Peristiwa

Kandang Terbakar, 3 Ekor Sapi Terpanggang


GADING – Kandang ternak milik Sup, warga Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo ludes terbakar, Jumat (13/11) dini hari. Kebakaran itu menyebabkan 3 ekor sapi dan sejumlah ternak unggas ayam hangus terpanggang. Kerugian ditaksir lebih dari Rp 60 Juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, kebakaran di kandang ternak itu diduga bermula dari api sisa pembakaran rumput yang sengaja dibakar di mana asapnya dimanfaatkan untuk mengusir serangga di dalam kandang. Diduga kuat percikan api dari pembakaran rumput itu merembet dan membakar kandang ternak yang terbuat dari kayu yang mudah terbakar.

“Dari keterangan korban, kebakaran berlangsung dengan cepat dan baru diketahui setelah kobaran api membesar. Karena panik, pemilik ternak dan warga setempat hanya berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya, tanpa memberitahukan kepada pihak pemadam kebakaran,” ujar Mazda, seorang petugas Satpol PP Kecamatan Gading.

Akibat kobaran api yang tak cepat dipadamkan, tiga ekor sapi dan sejumlah ekor ayam milik Sup yang berada di dalam kandang tak berhasil dievakuasi. Alhasil, selain menghanguskan bangunan kandang, seluruh hewan yang ada di dalamnya terpanggang.

“Ternak itu tak sempat dievakuasi karena kobaran apinya sudah membesar. Sehingga tak ada yang berani masuk untuk menerobos kobaran api dan menyelamatkan ternak tersebut,” terang Mazda.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman mengatakan, kebakaran tersebut tidak ditangani sama sekali oleh petugas Damkar yang ada di bawah kepemimpinannya. Penyebabnya, tidak adanya laporan yang masuk pada call center 112 Damkar.

“Laporannya telat, Jumat pagi kami baru tahu kalau ada kebakaran di desa Nogosaren. Itu pun dari anggota Satpol PP kami yang ada di kecamatan Gading,” ungkapnya.

Aruman berharap masyarakat mewaspadai potensi kebakaran di rumah masing-masing. Selain itu masyarakat diharap lebih  responsif dalam melaporkan adanya kejadian kebakaran di sekitar mereka.

“Laporkan saja pada pihak desa atau Polsek masing-masing kalau ada peristiwa kebakaran. Kami upayakan segera merespons panggilan itu dan segera tiba di lokasi untuk memadamkan api seperti yang sudah-sudah,” kata Aruman. (tm/eem)


Bagikan Artikel