Peristiwa

Orgil Ngamuk, Gigit Pedagang Pasar Semampir


KRAKSAAN – Pedagang dan pengunjung Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo diresahkan oleh ulah orang gila (orgil). Dia mengamuk di dalam Pasar Semampir, pada Rabu (11/11) pagi. Bahkan, orgil wanita itu sempat membuat seorang pedagang terluka gigitan.

Berdasar informasi yang dihimpun, aksi amukan orgil yang bernama Pipik itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Dengan pakaian compang-camping, orgil itu masuk ke dalam pasar. Tepat, saat kondisi pasar tengah ramai-ramainya.

Tanpa diketahui sebabnya, tiba-tiba orgil tersebut mengamuk tak karuan pada sejumlah pedagang dan pembeli. Salah satu pedagang, Sulaikha, sempat menjadi korban amukan orgil tersebut. Lengan pedagang itu terluka karena digigit keras oleh orgil.

Tak lama kemudian, anggota Satpol PP setempat datang ke lokasi kejadian. Para personel penegak perda ini langsung menjemput paksa orgil tersebut di tengah pasar tanpa perlawanan. Orgil pun dibawa langsung ke markas setempat.

“Sempat ngamuk tadi, baru kali ini ada orang gila sampai mengamuk dan melukai pedagang. Beruntungnya tidak membawa senjata tajam (sajam, red) jadi cuma menggigit pedagang saja,” kata Kepala Pasar Semampir Jouli Santoso.

Karena tidak mau mengambil resiko, lanjut Jouli, pihaknya memutuskan menghubungi Satpol PP untuk mengamankan orgil tersebut. “Tidak lama setelah dihubungi, petugas datang dan langsung membawa orgil tersebut,” ungkap dia.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Satpol PP Kecamatan Kraksaan Widodo menyampaikan, pihaknya bersama beberapa personel langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena laporannya sudah ada korban yang terluka, jadi kami langsung meluncur. Kami khawatir dia bawa sajam saja, makin tambah ribet urusannya. Untung lukanya hanya karena digigit,” ujar Widodo.

Saat ini, lanjut dia, orgil itu sudah diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo dan ditempatkan di rumah singgah. “Sudah kami serahkan. Kami hanya mengamankan. Untuk selanjutnya sudah tergantung Dinsos,” tutur Widodo. (yek/iwy)


Bagikan Artikel