Peristiwa

Pom Bensin Mini Terbakar di Paiton


PAITON – Peristiwa kebakaran pom mini kembali terjadi di wilayah kabupaten Probolinggo pada Kamis (5/11) dini hari. Kali ini pom mini yang terbakar adalah milik Mustafa warga desa Sidodadi kecamatan Paiton. Beruntung dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.49 itu, tidak sampai memakan korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting pada mesin pompa BBM. Dimana mesin pompa BBM yang sejatinya merupakan mesin pompa air yang dimodifikasi itu. Dipergunakan ketika proses pemindahan BBM dari atas mobil pick up kedalam drum penampungan.

Namun nahas ketika proses pemindahan BBM jenis bensin itu selesai dan ketika mesin pompa dimatikan. Tiba-tiba muncul percikan api yang kemudian menyulut kobaran api yang dengan sangat cepat merambat keseluruh bangunan pom mini berukuran 8 x 5 meter tersebut.

Alhasil dalam kurun waktu kurang dari 1 jam kobaran api telah meluluhlantakkan seluruh bangunan pom mini tersebut. Hingga akhirnya api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) wilayah timur kabupaten Probolinggo beberapa jam kemudian.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Suud saat dikonfirmasi, membenarkan terkait penyebab kebakaran tersebut adalah akibat korsleting mesin pompa yang dipakai pada saat pemindahan BBM dari atas mobil pick up kedalam drum penampungan BBM.

“Diduga titik apinya berasal dari korsleting listrik pada mesin sanyo (Pompa) yang kemudian menyambar BBM jenis bensin yang sangat mudah terbakar. Beruntung dalam kejadian itu tidak sampai ada korban jiwa,” ujarnya, Kamis (5/11/20).

Dilanjutkannya bahwa butuh waktu cukup lama untuk memadamkan kobaran api yang terdapat di bangunan pom mini tersebut. Terlebih terdapat cukup banyak BBM yang tersimpan didalam sejumlah drum penampungan yang rawan meledak. Sehingga untuk menjaga keselamatan petugas dan warga sekitar. Proses pemadaman api dilakukan dengan sangat berhati-hati.

“Butuh waktu sekitar setengah jam untuk bisa memadamkan kobaran api tersebut. Adapun mobil damkar yang turun sebanyak 2 unit, yakni dari damkar kabupaten Probolinggo dan dari PJB Paiton,” sebutnya.

Untuk kerugian materinya pun ditaksir mencapai hingga Rp 50 Juta. Hal itu dihitung berdasarkan estimasi nilai bangunan, dua unit mesin pompa BBM, serta BBM yang terbakar habis. “Terkait legalitas pom mini tersebut, bukan ranah kami untuk menjawab. Silahkan ditanyakan pada pihak terkait,” katanya singkat. (tm/ra)


Bagikan Artikel