Peristiwa

Siswi SMP Teler di Alun-Alun Kraksaan


KRAKSAAN – Gara-gara menenggak minuman keras di siang bolong di alun-alun Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, 3 remaja diringkus petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (2/11). Mereka adalah M (17) dan H (21). Keduanya adalah warga Desa Kebonagung Kraksaan. Seorang lainnya adalah I (15), seorang gadis berstatus siswi SMP asal Desa Asembagus Kraksaan.

Kepala Seksi Penyelidikan pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengatakan, tiga remaja itu ditangkap setelah pihaknya menerima laporan dari warga di sekitar alun-alun. Setelah ditindaklanjuti, pihaknya menemukan 3 orang pengunjung dalam kondisi sudah mabuk.

“Ketika kami amankan, kondisinya sudah setengah mabuk. Mirasnya miras oplosan. Pengakuan yang bersangkutan beli di Kalibuntu,” katanya, Senin (2/11).

Budi menerangkan, 2 dari 3 orang tersebut berstatus pelajar SMP dan SMK di Kota Kraksaan. Yakni M dan I.

“Yang perempuan ini (I) beralasan keluar rumah dengan tujuan untuk belajar kelompok. Sangat kami sayangkan, terlebih dia sudah tidak punya orang tua dan tinggal bersama tantenya. Seharusnya mendoakan orang tuanya, bukan malah mabuk-mabukan,” sergah Budi.

Agar memberikan efek jera, pihaknya memberikan sanksi fisik kepada yang bersangkutan. Mereka disuruh push up. Mereka juga harus menandatangani surat perjanjian tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Lebih dari itu, pihaknya juga memanggil pihak keluarga dari yang bersangkutan sebelum diizinkan pulang.

“Tindakan awal kami sudah lakukan, yaitu pembinaan. Selanjutnya kami buatkan berita acara pemeriksaan sekaligus pemanggilan orang tuanya,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, baru keluarga dari I yang datang ke kantor Satpol PP setempat. Sementara untuk keluarga M dan H masih belum bisa dihubungi. Budi menegaskan, pihaknya akan menahan M dan H jika tidak ada pihak keluarga yang berinisiatif menjemput.

“Wajib hadir keluarganya ke sini, minimal kepala desanya. Kalau tidak hadir terpaksa kami tahan di sini. Alasan M dan H nomor keluarganya masih belum ada yang aktif,” ungkap Budi. (ay/eem)


Bagikan Artikel