Peristiwa

Usai Banjir, Berikan Layanan Kesehatan


GENDING – Usai banjir yang melanda ratusan rumah, Puskesmas Gending, melakukan pemeriksaan kesehatan, pada Minggu (1/11) pagi. Pemeriksaan itu sebagai bentuk antisipasi agar terhindar dari penyakit kencing tikus, atau leptospirosis.

Kepala Puskesmas Gending, dr. Saiful Bahri mengatakan, usai banjir menerjang warga Desa Gending, ia bersama dengan pihak kecamatan langsung turun tangan memberi pengobatan gratis pada warga terdampak banjir. Terlebih-lebih juga mensosialisasikan agar tetap hidup bersih.

Meskipun tak ada korban jiwa, menurut dr. Saiful Bahri, tujuan pengobatan gratis tersebut untuk mencegah warga terjangkit penyakit kencing tikus. Bahaya jika terkena kencing tikus, kata dia, paling parah bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia.

“Lebih-lebih kencing tikus ini sangat sulit disadari oleh orang karena memang tidak mungkin diketahui apakah piring atau barang yang lainnya sudah dikencingi. Maka dari itu sebelum terjadi kami cegah dulu dengan sosialisasi dan pengobatan gratis,” kata dr. Saiful.

Selain memberikan pengobatan secara gratis kepada seluruh warga, ia mengimbau bagi warga terdampak banjir agar menghindari beberapa hal demi kesehatan dan kebaikan bersama. Yaitu menjauhi mencuci pakaian atau barang-barang dapur dengan air banjir.

“Dan juga perlu diketahui, untuk gejala-gejala bagi yang terkena kencing tikus, yaitu menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, dan nyeri otot. Dan penyakit ini paling parah bisa menyebabkan orang meninggal,” ungkap dia.

Sementara itu, Camat Gending Denny Kartika Sari mengatakan, akibat hujan dengan intensitas sedang-deras kemarin di Desa Gedung, ada 108 rumah warga terendam banjir. Ketinggian banjir mencapai 60 centimeter. Disebabkan, saluran sungai sekitar tak memadai.

“Dari 108 rumah yang terdampak banjir, kurang lebih sekitar ada 125 KK. di Kantor Kecamatan airnya juga sampai ke atas lutut. Semoga dengan adanya pengobatan gratis ini bisa membantu kesehatan masyarakat,” ungkapnya. (yek/ra)


Bagikan Artikel