Peristiwa

Serahkan Bayi Terlantar ke PSAB


SURABAYA – Bayi yang ditemukan warga ditengah ladang jagung di Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih pada Minggu (11/10) lalu, kini kondisinya sudah ditangani dengan layak oleh petugas UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Jawa Timur di Sidoarjo. Hal ini seiring dengan telah diserahkannya si bayi oleh Dinsos Kabupaten Probolinggo kepada petugas UPT PSAB pada Senin (26/10) kemarin.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kabupaten Probolinggo Titik Indayati mengatakan beberapa hal. Kini kondisi bayi yang ditemukan di desa Sumurmati itu, sudah dirawat dengan layak oleh negara, dalam hal ini yakni melalui UPT PSAB Jawa Timur. “Sudah kami antar bayi laki-laki mungil itu ke UPT PSAB Jawa Timur. Alhamdulillah kondisinya sehat,” katanya.

Disebutkannya bahwa alasan Dinsos Kabupaten Probolinggo menyerahkan bayi tersebut kepada UPT PSAB Jawa Timur, adalah karena memang sudah menjadi ketentuannya. Setiap bayi yang ditemukan ditelantarkan harus dibawa dan dirawat oleh negara di UPT PSAB yang secara khusus disediakan oleh negara sesuai dengan amanat undang-undang.

“Jadi memang begitu aturannya. Terlebih dengan dirawatnya bayi itu disana (UPT PSAB), kondisinya akan lebih terjamin karena negara yang menanggung seluruh biaya perawatannya,” sebutnya.

Dijelaskannya pula bagi pasangan atau keluarga yang hendak mengadopsi bayi tersebut. Dipersilahkannya untuk mengajukan surat permohonan adopsi di Dinsos Kabupaten Probolinggo. Tentunya nanti akan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pasangan atau keluarga calon dari orang tua angkat si bayi.

Di antaranya yaitu harus membuat surat permohonan untuk adopsi anak, telah menikah dan minimal usia pernikahannya selama 5 tahun serta belum memiliki anak. Kemudian usia calon pengasuh minimal berusia 30 tahun dan maksimal 50 tahun serta harus sehat secara jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Jiwa.

“Paling penting harus mampu secara ekonomi. Jika tidak mapan secara ekonomi, dikhawatirkan perawatan terhadap bayi tersebut tidak akan maksimal dan justru jadi beban keluarga,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa warga Dusun Dam, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, diggerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki yang ditemukan tergeletak ditengah ladang jagung desa setempat. Bayi laki-laki itu ditemukan sekitar pukul  15.00, Minggu (11/10) dalam kondisi masih berlumuran darah, pertanda dia baru saja dilahirkan dan dibuang oleh orang tuanya. (tm/ra)


Bagikan Artikel