Peristiwa

Temuan Bayi di Kebun Kopi, Dinsos: Bakal Dirawat di PSAB Sidoarjo


KRUCIL – Kasus penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di kebun kopi Desa Bermi, Kecamatan Krucil mendapat perhatian khusus dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo. Bahkan petugas dari Dinsos berencana untuk membawa bayi malang tersebut untuk dirawat di UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Jawa Timur di Sidoarjo.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kabupaten Probolinggo Titik Indayati mengungkapkan, bayi hasil temuan warga di areal perkebunan kopi milik warga itu statusnya adalah bayi milik negara, sehingga segala bentuk perawatannya akan dibebankan dan menjadi tanggung jawab negara. Dalam hal ini yakni menjadi tanggung jawab Dinsos Kabupaten Probolinggo.

“Kami sudah menerima informasi terkait penemuan bayi perempuan tersebut. Sesuai prosedur, kami sudah terjunkan petugas untuk melakukan penanganan yang semestinya. Terutama untuk mendampingi dan memastikan bayi tersebut mendapat perawatan medis yang layak,” ungkapnya, Senin (19/10).

Dijelaskannya pula bahwa niatan warga untuk mengasuh bayi tersebut harus mengikuti prosedur yang ada. Sehingga tidak serta merta penemu bayi, berhak untuk mengasuh bayi tersebut.

“Ada prosedurnya, dan itu sudah diatur dalam undang-undang. Sehingga kepada siapapun yang berniat untuk mengasuh bayi tersebut, nantinya harus memenuhi syarat administrasi atau memenuhi dokumen hak asuh anak tersebut,” jelasnya.

Disebutkannya, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pasangan yang hendak mengasuh bayi tersebut. Di antaranya yakni harus membuat surat permohonan untuk adposi anak. Kemudian calon pengasuh bayi akan terlebih dahulu disurvei oleh petugas dari UPT PSAB Jawa Timur.

Kemudian calon pengasuh bayi harus sudah menikah minimal usia pernikahannya selama 5 tahun dan belum memiliki anak. Usia calon pengasuh minimal berusia 30 tahun dan maksimal 50 tahun. Serta harus sehat secara jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“Paling penting yakni pasangan calon pengasuh yang hendak mengadopsi bayi, harus mampu secara ekonomi. Karena jika tidak mapan secara ekonomi, dikhawatirkan perawatan terhadap bayi tersebut tidak akan maksimal dan justru jadi beban keluarga,” sebut Titik.

Pihaknya telah menerjunkan petugas Dinsos ke Puskesmas Krucil, tempat bayi tersebut dirawat sementara. Selanjutnya pihaknya akan mengkoordinasikan terkait penanganan lanjutan untuk bayi tersebut. Apakah akan tetap dirawat di Puskesmas, atau dibawa ke rumah sakit daerah yang fasilitasnya lebih lengkap.

“Kalau sudah sehat dan kuat, kemungkinan akan langsung kami bawa ke UPT PSAB Sidoarjo. Di sana bayi itu akan mendapatkan perawatan yang lebih instensif guna menjamin kesehatannya. Karena kita tahu sendiri kondisi bayi tersebut masih lemah karena baru saja dilahirkan dan ditelantarkan orang tuanya,” pungkasnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel