Peristiwa

Penipuan Catut Komisioner KPU Probolinggo


KRAKSAAN – Modus penipuan memanfaatkan aplikasi singkat kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kali ini bahkan mencatut salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo Agus Hariyanto Adinata.

Agus Hariyanto Adinata merupakan komisioner KPU Kabupaten Probolinggo Divisi Teknis. Namanya dicatut pelaku penipuan. Pelaku mengaku sebagai Agus dan meminta transfer uang sebesar Rp 2 juta kepada teman-temannya melalui pesan WhatsApp.

“Kejadiannya itu kemarin (13/10) sore. Sekitar Maghrib itu ada laporan dari Ketua KPU Kabupaten Probolinggo bahwa ia dimintai uang oleh nomor baru dengan nama dan foto saya,” ungkap Agus Hariyanto Adinata yang karib disapa Aan, Rabu (14/10).

Dalam screenshoot percakapan, pelaku menamai nomor WA-nya dengan “Agus Gus Aan”. Modus pelaku adalah missed call pukul 17.47. Setelah itu pada 17.49 barulah mulai dengan mengirimkan pesan.

“Ini mau minta tolong. Ketepatan ada kebutuhan mendadak. Keluarga sakit mau dioperasi. ATM limit. Mau pinjam uang Rp 2 juta. Besok pagi saya kembalikan,” tulis pelaku.

Lukman yang menerima pesan itu pun menjawab bahwa ia tidak bisa meminjamkan uang sebesar itu karena untuk uang bisnis ikan koinya. Kemudian pelaku menawar. “Ya Ampun. 1 juta atau 500. Demi Allah jam 7 wis dikembalikan,” tulisnya.

Lalu bukti percakapan itu dikirim ke nomor Aan dengan maksud meminta konfirmasi kebenarannya. Tentu saja Aan membantah bahwa itu bukan dirinya. Kendati foto profil adalah dirinya bersama keluarga. “Itu foto ambil dari facebook saya,” tuturnya.

Selain dari Lukman, ternyata Aan menerima banyak laporan serupa. “Ada sekitar 8 teman yang japri ke saya menanyakan itu. Teman kantor dan teman organisasi saya,” terang warga Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris ini.

Tapi keseluruhan calon korban itu tidak ada yang mentransfer uang. Modusnya sama, yakni meminta uang Rp 2 juta, menawar Rp 1,5 juta, Rp 1 juta sampai Rp 500 ribu. “Teman-teman sudah yakin kalau itu bukan saya. Gak mungkin saya pinjam uang kayak gitu,” paparnya.

Namun, Aan bersama rekannya berbalik menyelidiki dengan sengaja mengikuti alur. Akhirnya, diketahuilah bahwa nomor rekening tujuan transfer itu adalah rekening BCA atas nama Muhammad Ridwan.

“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan BCA untuk menyelidiki siapa sebenarnya orang di balik kasus ini. Kalau mau laporan ke polisi, belum cukup bukti, karena tidak ada korbannya,” beber mantan Ketua PPK Tiris tersebut. (awi/iwy)


Bagikan Artikel