Peristiwa

Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Pagar Dijebol, 6 Mahasiswa Terluka


KRAKSAAN – Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang dilakukan oleh ratusan elemen mahasiswa di depan gedung DPRD Kabupaten Probolinggo Kamis (8/10) pagi berujung ricuh. Ada 6 mahasiswa yang mengalami luka-luka.

Berdasar pantauan Koran Pantura, aksi ricuh itu terjadi usai pimpinan DPRD menemui sejumlah mahasiswa di depan gedung. Perwakilan mahasiswa diminta masuk ke ruang Badan Anggaran (Banggar) untuk melakukan audiensi dan menyampaikan aspirasinya.

Namun, aksi ratusan mahasiswa yang menunggu hasil audiensi tidak bisa bersabar. Mereka merangsek, hendak menyusul rekan-rekannya masuk ke dalam gedung dewan. Mereka merusak pintu pagar sebelah barat.

Setelah berhasil dijebol, pagar besi dengan ujung runcing itu dibentangkan untuk menerobos barisan para personel polisi. Lalu dari belakang terjadi pelemparan gelas plastik bekas minuman ke arah barisan polisi. Alhasil, kericuhan terjadi.

Dari halaman DPRD, personel polisi menembakkan gas air mata ke arah gerombolan mahasiswa. Seketika itu barisan aksi berhamburan kemana-mana. Sebagian ke jalan raya, sebagian lagi menerobos tanaman padi di sebelah utara gedung dewan. Namun, aksi saling lempar semakin menjadi-jadi.

Kali ini aksi lempar yang terjadi bukan lagi gelas plastik bekas minuman, melainkan batu dan kerikil yang ditemukan di sekitar jalan raya. Sejumlah banner DPRD pun dirusak dan dibakar di depan gedung. Batu-batu melayang ke arah gedung dewan menyasar ke berbagai arah.

Banyak fasilitas dan aset negara yang rusak dalam kericuhan itu. Kaca dan jendela di dua pos satpam depan gedung hancur dihantam batu sebesar kepalan tangan. Ungkapan kasar dari para demonstran terdengar lantang. “Dewan penghianat!” ucap salah satu demonstran dari arah luar gedung.

Ada sekitar 6 orang mahasiswa yang mengalami luka-luka dan berdarah akibat kekacauan tersebut. Mereka pun langsung ditangani pihak medis. Sebagian lagi ditangani oleh rekan-rekan mahasiswi. Disinyalir luka tersebut disebabkan lemparan batu dari arah dalam gedung.

“Ada sekitar 6 orang yang mengalami luka-luka. Mereka dihantam batu. Ada yang juga dipukul saat bentrok. Tapi untung nggak sampai parah lukanya,” ungkap Linda, salah satu demonstran.

Kericuhan mereda setelah pimpinan dewan dan sejumlah perwakilan mahasiswa keluar gedung usai audiensi. Mereka menunjukkan pakta integritas kepada para demonstran. “Tenang-tenang adik-adikku. Tidak perlu seperti ini. Kami bersama kalian,” kata Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo.

Andi kemudian menyampaikan bahwa apa yang menjadi aspirasi dari para mahasiswa akan disampaikan pada DPR pusat. Andi lalu meminta para mahasiswa kembali ke rumah masing-masing dan tidak ugal-ugalan di jalan. “Akan kami sampaikan apa yang telah menjadi aspirasi kalian (mahasiswa, red),” paparnya.

Aksi kemarin diikuti oleh ratusan mahasiswa dari elemen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Probolinggo. (yek/iwy)


Bagikan Artikel