Peristiwa

Desa Sumberejo Kekeringan Akut, 763 KK Terdampak


TONGAS – Sebanyak 763 kepala keluarga (KK) di Desa Sumberejo, Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo mengalami krisis air bersih tingkat akut. Pasalnya seluruh sumber mata air dan sumur milik warga di 5 dusun setempat sudah mengering. Hanya tersisa 1 sumur bor yang berfungsi hingga saat ini.

Kepala Desa Sumberejo Armo Eko mengatakan, kekeringan dan krisis air bersih ini sudah berlangsung sejak Juli lalu. Musim kemarau membuat seluruh sumur dan sumber mata air di Desa Sumberejo mengering.

“Yang tersisa hanya di sumur bor yang ada di Dusun Klompek yang berada dekat dengan tempat tinggal saya. Sisanya di empat dusun lainnya yakni Krajan I, Krajan II, Sumur Kodung, dan Kecengan seluruhnya mengering tanpa sisa,” ungkapnya, Senin (5/10).

Menurutnya, lantara kekeringan akut, sebanyak 2.310 warganya harus hidup serba kekurangan air bersih. Kondisi seperti ini sudah berlangsung berpuluh tahun lamanya dan tak kunjung ada solusinya. Keberadaan embung di desa setempat pun tak terlalu membantu. Sebab, embung penampung air hujan juga terus susut dari tahun ke tahun.

“Untuk membuat sumur bor pun bukan perkara mudah, karena kedalaman sumur bor bisa mencapai ratusan meter dan belum tentu juga ketemu sumber air bawah tanah. Biayanya pun tidak murah. Hal itu yang buat kami sangat kesulitan selaku pemerintah desa,” jelasnya.

Terkait adanya dropping air bersih yang dilakukan di Dusun Krajan RT 01 / RW 01 kemarin, Kades Armo menyebut air yang didrop hanya cukup untuk sekitar 89 KK. Sedangkan untuk 674 KK lain di 4 dusun lainnya tetap mengalami kekurangan air bersih. “Informasinya empat hari lagi dropping air lagi, nanti akan digilir ke tiap dusunnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, penyaluran air bersih atau dropping yang dilakukan di desa Sumberejo kemarin merupakan bagian dari program bantuan air bersih dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangka penanganan bencana kekeringan di Jawa Timur.

“Kemarin dropping air dilakukan sekaligus di dua desa yakni di desa Sumberejo dan Sumberkramat kecamatan Tongas. Dengan total 44 ribu liter air bersih untuk 482 kepala keluarga,” katanya.

Terkait masih banyaknya warga yang belum mendapat dropping air, Sugeng menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap berupaya. Terutama untuk menyediakan pasokan air bersih sedekat mungkin dengan titik pemukiman warga yang mengalami kekeringan.

“Kami terus berupaya untuk menyediakan pasokan air bersih bagi warga yang daerahnya mengalami kekeringan. Sebisa mungkin kami melakukan dropping air bersih serutin mungkin. Demi memastikan warga tetap dapat mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-harinya,” katanya. (tm/iwy)

 

 

 


Bagikan Artikel