Peristiwa

Pabrik Furniture Terbakar, Dua Pekerja Tewas


WONOMERTO – Pabrik pengolahan kayu PT Jawa Lily Furniture di Jalan Bromo, Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto terbakar. Kebakaran ini tidak hanya meluluh-lantakkan pabrik, tetapi dua karyawan tewas dan satu lainnya terluka bakar.

Korban tewas ialah Hosriati, warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto dan Nurhofifah, warga Dusun Klampekan, Desa Mentor Kecamatan Sumberasih. Sedangkan satu karyawan lain yang mengalami luka bakar ialah Budi Eko Prasetyo. Saat ini ia tengah dirawat di Puskesmas Wonomerto.

Kedua korban tewas akan dilakukan otopsi oleh pihak forensik medis RSUD Dr Mohammad Saleh dan pihak kepolisian guna bahan penyelidikan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Koran Pantura, kebakaran itu bermula dari ledakan hebat yang berada di gudang finishing sekitar pukul 10.00. Setelah adanya ledakan tersebut, terjadi kepulan asap yang besar.

Bahkan saking besarnya, asap pekat itu terlihat dari kawasan Kecamatan Sukapura. “Ya awalnya ledekan mas, kemudian terjadi kebakaran,” jelas Wahyudi, salah satu karyawan yang berhasil menyelamatkan dari kobaran api.

Pria asal Kecamatan Wonomerto ini mengaku tidak mengetahui ledekan itu berasal dari alat atau hal lainnya, namun itu berada di gudang finishing. “Ya kebetulan saya satu gedung, tetapi jaraknya agak jauh dari ledakan. Alhamdulillah bisa keluar lebih cepat,” terangnya.

Karena ledakan yang cukup hebat, ditambah dengan kepulan asap di gudang tersebut membuat para pekerjanya berhamburan keluar. “Kemungkinan korban terkena ledakan, atau hal lainnya, karena memang semburat,” kata Ahmad, karyawan lainnya.

Ahmad menerangkan di gudang itu memang banyak bahan kimia, sebagai salah satu bahan untuk proses finishin pruduksi kayu. “Ada banyak cairan kmia, mulai dari tiner dan lainnya mas, ya memang finihsing,” katanya.

Wahyuni, karyawan lainnya menyatakan, dirinya pertama kali melihat asap, kemudian dia melihat api yang terus membesar di bagian finishing. Asap pekat dan reruntuhan bunga api membuat karyawan di lokasi semburat menyelamatkan diri. Ada 2 karyawan yang terjebak asap dan api. Mereka meninggal di lokasi.

“Asap pekat, karyawan di bagian finishing tidak bisa bernafas. Api menyambar kayu dan keluar bunga api. Karyawan panik menyelamatkan diri. dua karyawan meninggal di lokasi karena asap dan kejatuhan bunga api” kata Yuni saat berada di lokasi.

Butuh waktu lebih dari dua jam untuk memadamkan api. Mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pemkab dan Pemkot Probolinggo silih berganti masuk ke lokasi pabrik yang terbakar.

Banyaknya bahan mudah terbakar seperti tiner, pelitur, dan spiritus membuat api sulit dipadamkan. Petugas damkar masih sibuk berjibaku memadamkan api.

Arus lalu lintas di lokasi mengalami kemacetan panjang. Polisi mengatur arus lalin. Keluarga dari karyawan terus berdatangan ke lokasi pabrik kayu yang terbakar. Mereka memastikan keluarga yang bekerja selamat dari kobaran api.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono membenarkan peristiwa kebakaran itu mengakibatkan dua orang karyawan meninggal dunia. “Korban tewas dua karyawati pabrik akibat terjebak api di gudang finishing. Korban belum dievakuasi menunggu tim Inafis Polda Jatim,” kata AKP Heri kemarin.

Hanya, saat disinggung penyebab terjadinya ledakan yang mengakibatkan kebakaran itu, AKP Heri mengaku masih belum mengetahui secara pasti. “Belum tahu,” katanya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran di pabrik PT Jawa Lily Furniture. “Dua karyawati PT Jawa Lily Futniture yang meninggal bekerja di bagian finishing. Korban meninggal akibat terjebak api yang besar di gudang penuh bahan mudah terbakar. Kita akan bekerjasama dengan tim Labfor Polda Jatim, untuk melakukan penyelidikan asal api,” ujar Kota AKP Heri Sugiono.

Guna proses penyelidikan, dua gudang di pasang police line dan operasional pabrik kayu sementara ditutup. (rul/iwy)


Bagikan Artikel