Peristiwa

Pabrik Kayu di Tegalsiwalan Terbakar Hebat


TEGALSIWALAN – Kebakaran menimpa sebuah pabrik kayu di Kabupaten Probolinggo, yakni PT Cendana Putra Nusantara. Pabrik pengolahan kayu yang terletak di Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan itu terbakar Senin (28/9) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, kebakaran terjadi sejak pukul 11.30. Kebakaran mulanya terjadi pada bagian belakang dan samping pabrik yang merupakan area tempat penyimpanan tumpukan kayu sisa olahan pabrik.

Saking banyaknya tumpukan kayu yang terbakar, belasan petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) Kabupaten Probolinggo harus bekerja ekstra keras. Mereka berulang kali melakukan penyemprotan air hingga Senin malam, lantaran kobaran api yang tak kunjung padam.

Kasi Penanggulangan Kebakaran pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Suud mengatakan, bahwa kebakaran yang terjadi di pabrik pengolahan tersebut, memang cukup sulit untuk dipadamkan. Penyebabnya karena selain banyaknya tumpukan kayu sisa olahan pabrik yang mudah terbakar, juga dikarenakan terpaan angin kencang yang membuat kobaran api dapat timbul dan merambat sewaktu-waktu.

“Hingga saat ini, anggota kami masih terus mengupayakan untuk melakukan pemadaman kobaran api. Dan untuk memastikannya, kami terus melakukan pembasahan pada tumpukan kayu lainnya agar tidak mudah tersulut rambatan api,” katanya.

Pembasahan itu, sebut Suud, dilakukan selama berjam-jam dengan menggunakan 2 unit mobil damkar. Tujuannya agar tumpukan kayu kering yang belum terbakar menjadi tidak mudah terbakar. Lalu untuk melokalisir titik kebakaran, pihak pabrik juga mengerahkan alat berat berupa excavator. Itu untuk membuat celah antara tumpukan kayu yang telah terbakar dengan yang belum terbakar.

“Upaya pencegahan kebakaran lanjutan ini sangat penting. Karena meski dari tumpukan kayu sudah tak muncul kobaran api. Tapi sebenarnya di dalamnya masih terdapat bara api yang dapat memicu kebakaran lanjutan,” sebutnya.

Terkait penyebab kebakaran, Suud mengaku masih belum bisa menyimpulkannya. Bahkan untuk sekedar menduga, pihaknya belum berani untuk menyebutkan.

Namun disampaikannya bahwa berdasarkan keterangan sejumlah karyawan pabrik, kebakaran tersebut muncul dari salah satu tumpukan kayu yang kemudian merembet ke tumpukan kayu lainnya. “Untuk penyebabnya masih diselidiki, dan untuk kerugian, kami perkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel