Peristiwa

Melerai Carok, Seorang Tentara Malah Kena Bacok


PROBOLINGGO – Seorang anggota Kodim 0820 Probolinggo menjadi korban pembacokan, Selasa (15/9) sekitar pukul 21.15 WIB. Tentara nahas tersebut, yaitu Pelda Sugiman, harus dilarikan ke RSUD dr Moh Saleh untuk mendapat perawatan atas luka di  lengan kanannya.

Peristiwa bacokan ini terjadi di wilayah hukum Polsek Kademangan. Kapolsek Kademangan AKP Sumardjo saat dikonfirmasi Rabu (16/9) membenarkan terjadinya pembacokan tersebut. Menurutnya, anggota Kodim  0820  terluka sabetan celurit saat berusaha melerai perkelahian antara Suharsono (49) dengan Hanan.

Perkelahian tersebut terjadi di Jalan Tambora, Kelurahan/Kecamatan Kademangan pada  Selasa malam. Suharsono dan Hanan masih bertetangga di Jl Tambora. Mereka terlibat perkelahian setelah sempat adu mulut. Suharsono dan Sugiman sama terkena sabetan celurit yang dibawa Hanan.

Suharsono mengalami luka bacok di lengan kiri dan dirawat di Puskesmas Ketapang. Sedangkan Pelda Sugiman dirawat di RSUD. “Hanan sudah kami ambil keterangannya. Tetapi belum kami amankan,” ujar Kapolsek.

Kapolsek kemudian menceritakan kronologi kejadiannya. Peristiwa pembacokan dipicu pelemparan botol bekas minuman yang dilakukan Hannan kepada Aksal. Malam itu, Aksal mengendarai sepeda motor di Jalan Tambora. Karena dianggap terlalu ngebut, Aksal kemudian dilempar botol bekas air minuman. “Tapi tidak sampai mengenai Aksal,” kata Kapolsek.

Karena diperlakukan seperti itu, Aksal berhenti dan balik arah. Lalu keduanya terlibat cekcok hingga berlanjut saling dorong. Belum selesai perang mulut, tiba-tiba Hannan pulang dan mengambil celurit di rumahnya. Tak lama kemudian, ia mendatangi rumah Aksal. “Terjadilah pembacokan. Suharsono, orang tua Aksal, berusaha melerai tetapi terkena bacok,” tambahnya.

Begitu juga Pelda Sugiman, tetangga Suharsono. Sugiman juga terkena bacokan saat hendak melerai perkelahian tidak seimbang tersebut.

Ternyata bukan cuma Suharsono dan Sugiman yang kena sabet celurit. Tetangga lainnya, yaitu Nanang, juga kena sabet celurit saat ikut melerai. Tetapi syukur saja Nanang hanya kena sabet kaosnya hingga sobek. “Kalau Nanang tidak luka. Hanya kaos sisi depan sobek,” lanjut Kapolsek.

Perkelahian ini baru berakhir saat semakin banyak warga berdatangan. Dalam kejadian ini polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit yang ditemukan sekitar 10 meter di timur TKP. Selain itu, disita pula dua pasang sandal warna biru dan hijau, satu masker hitam yang berlumuran darah dan sebuah plastik bekas minuman.

Sementara, Dandim 0820 Letkol Infanteri Imam Wibowo kemarin telah menjenguk anggotanya yang terluka bacok. “Ya, benar. Kejadiannya tadi malam. Lukanya agak panjang,” katanya saat ditemui di sela launching mobil pemburu pelanggar protokol kesehatan di selatan alun-alun, kemarin.

Menurut Dandim, Pelda Sugiman dalam masa pra pensiun (MPP). Per 31 September 2020 Pelda Sugiman pensiun. “Tanggal 31 (September) ini, Pak Sugiman pensiun. Sekarang, dia masih TNI aktif dan pensiun 31 September depan,” jelasnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel