Peristiwa

Terjaring Razia Masker, Seorang Pengendara Menangis


PROBOLINGGO – Belasan pengendara roda dua, tiga dan roda empat terjaring razia gabungan Satpol PP, Polresta dan TNI di ruas Jl dr Soetomo Kota Probolinggo, Senin (14/9).  Mereka dihentikan setelah diketahui tidak mengenakan masker saat berkendara atau naik becak. Mereka yang terjaring razia itu kemudian diberi sanksi, yaitu membersihkan areal GOR Ahmad Yani di Jl dr Soetomo, Kota Probolinggo.

Bahkan ada seorang pengendara yang menangis sejadi-jadinya saat dihentikan petugas. Perempuan yang mengaku berasal dari Kelurahan Mayangan itu menangis karena takut pada petugas, padahal memakai masker. Diduga, perempuan yang membonceng emaknya tersebut tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).

Perempuan itu dihentikan  petugas gabungan karena orang tuanya yang dibonceng tidak mengenakan masker. Emak-emak yang diketahui bernama Bunawiyah (65) itu mengaku tidak bermasker karena terburu-buru dan lupa. “Saya kemana saja selalu pakai masker pak. Baru kali ini saya gak pakai. Karena terburu-buru,” akunya kepada petugas.

Bunawiyah terburu membeli sesuatu untuk keperluan salah satu keluarganya yang meninggal dunia. Walau begitu, perempuan bertubuh subur tersebut kemudian disanksi  menyapu halaman GOR Ahmad Yani. “Kena sanksi nyapu GOR. Kapok saya. Kalau disanksi nyapu ya mau gimana lagi lha wong lupa bawa masker,” katanya.

Ada banyak orang yang nekat putar balik begitu tahu di depannya ada operasi masker di Jl dr Soetomo. Sedangkan mereka yang tetap melintas dan tidak bermasker, langsung dihentikan oleh petugas.

Maria, perempuan yang tinggal di Jl Gatot Subroto juga disanksi serupa karena tidak mengenakan masker. Begitu juga dengan Saidah, warga Jl Ikan Belanak, Kelurahan Mayangan. Ia mengantarkan anaknya ke dokter karena hendak melahirkan, sehingga terburu-buru. “Kesusu Pak. Karena anak saya pendarahan, mau melahirkan,” ujarnya.

Waka Polres Probolinggo Kota Kompol Teguh Santoso mengatakan, tujuan operasi yustisi protokol kesehatan ini untuk mendisiplinkan masyarakat dan penegendara agar memakai masker. Operasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perda Provinsi Jawa Timur nomor 2 tahun 2020 tentang Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19.

“Hari ini kita melaksanakan operasi penertiban masker hingga sepekan ke depan. Sanksi denda belum kami terapkan, nanti saja. Soal denda pelanggaran, pengadilan yang menetapkan. Kalau sekerang masih sanksi sosial,” kata Kompol Teguh.

Pelanggar yang terjaring operasi ini menurut Kompol Teguh, rata-rata beralasan terburu-buru dan lupa. “Alasannya rata-rata lupa. Jadi, disiplin memakai masker perlu ditingkatkan lagi,” tegasnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel