Peristiwa

Hendak Jual Kopi, Jatuh di Jurang


KRUCIL – Nahas nasib Maryono (60), warga Desa Tambelang, Kecamatan  Krucil. Pria yang bekerja sebagai petani kopi itu ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh di tebing jurang Desa Kertosuko, Krucil, Minggu (6/9). Ia terjatuh dengan sepeda motor yang dikendarainya.

Dari informasi yang dihimpun Koran Pantura, mulanya Maryono hendak menjual kopi ke Desa Kertosuko pada Sabtu (5/9) sore. Ia berangkat seorang diri sekitar pukul 15.00 WIB. Seperti biasa, ia pamit berangkat pada istrinya, Hosni (50).

Namun, hingga larut malam, Maryono tak kunjung pulang ke rumahnya. Hosni pun mengajak saudaranya untuk menyusul Maryono ke Kertosuko. Sebab, tak biasanya ia pergi cukup lama hanya untuk sekedar mengantar kopi.

Namun, alangkah kagetnya Hosni. Di tengah perjalanan, ia melihat sepeda motor miliknya ada di jurang samping jalan. Hosni memutuskan untuk melihat untuk memastikan kebenarannya. Alhasil, Hosni mendapati sang suami tergeletak tak berdaya di jurang setinggi 6 meter itu.

Hosni kontan berteriak minta tolong pada warga sekitar. Tak lama, warga datang bersama petugas Polsek Krucil. Maryono pun dievakuasi bersama kendaraannya. Sayang, saat dievakuasi Maryono telah dalam keadaan meninggal dunia.

“Berada di selokan semak-semak pinggir jalan yang curam bersama dengan sepedanya. Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Krucil AKP Abdul Wakhid, saat dikonfirmasi.

Menurut Kapolsek, diperkirakan, korban pada waktu naik sepeda motor terperosok ke dalam semak-semak atau jurang. Akibat kejadian tersebut korban meninggal dunia. Ada beberapa bekas luka pada tubuh korban disebabkan benturan atau goresan batang semak.

Dalam kejadian ini, keluarga korban keberatan dan menolak dilakukan otopsi pada tubuh korban. Mereka menganggap kejadian tersebut merupakan musibah dan sudah takdir Tuhan. “Pihak keluarga menolak otopsi. Ini murni kecelakaan tunggal,” kata Kapolsek. (yek/iwy)


Bagikan Artikel