Peristiwa

Pangkas Pohon, Tewas Tersengat Listrik


KREJENGAN – Nahas nasib menimpa Hasan Basri (64), warga Desa/Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Ia meregang nyawa usai tersengat aliran listrik di atap rumahnya, pada Rabu (2/9), saat memangkas dahan pohon belimbing yang menyentuh atap rumahnya.

Informasi yang dihimpun Koran Pantura, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 6.00 WIB. Saat itu, Hasan Basri hendak memangkas atau merapikan dahan pohon belimbing di lantai atap rumahnya. Ia memotong dahan yang serabutan itu dengan menggunakan sebilah golok.

Kebetulan, pohon yang berada tepat di depan rumahnya itu, terdapat kabel listrik yang melintang. Kabel listrik aktif dengan tegangan besar itu menyentuh pada dahan pohon.

“Setelah mencangkok dahan pohon belimbing, dia (Korban) bermaksud membawa turun dahan tersebut. Namun, sialnya setelah dahan pohon menyentuh kabel aliran listrik tegangan 20 ribu volt. Korban kesetrum,” kata Kanitreskrim Polsek Krejengan Bripka Fajar Setiawan.

Saat menyentuh kabel itulah, lanjut Fajar, aliran listrik langsung menyengat dan membuat korban jatuh. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga bersama warga sekitar langsung menurunkan korban dari atap ke lantai dasarnya. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Krejengan. Namun sayang, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Korban pun dibawa kembali ke rumah duka. Pihak keluarga telah menerima dan menyadari bahwa kejadian itu merupakan musibah. “Sehingga menolak untuk diotopsi dengan membuat surat pernyataan. Setelah diketahui meninggal, korban langsung dibawa ke rumah duka,” ujar mantan Kanitreskrim Polsek Besuk itu.

Sementara itu, Kepala Desa Krejengan Nurul Huda menyampaikan, setelah menerima laporan ada warganya tersengat listrik, ia langsung menghubungi dan melaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

“Langsung melapor ke pihak kepolisian. Saya pribadi juga turut berdukacita. Semoga almarhum tenang di alam sana dan diterima segala amal baiknya, serta pihak keluarga diberikan kesabaran,” tuturnya. (ay/awi)


Bagikan Artikel