Peristiwa

Pohon Tumbang, Jalur Probolinggo-Lumajang Macet 1 Jam


LECES – Sebuah pohon besar di tepian jalur selatan desa Malasan Kulon, kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo tumbang  diterpa angin kencang pada Rabu (26/8) siang. Akibatnya arus kendaraan di jalur utama penghubung Probolinggo – Lumajang itu, sempat lumpuh total selama sekitar 1 jam.

Berdasarkan pantauan Koran Pantura, pohon dengan tinggi lebih dari 15 meter dan diameter 1 meter itu tumbang dan melintang di jalur selatan yang padat arus kendaraan. Beruntung pada saat kejadian tumbangnya pohon itu yakni sekitar pukul 11.30. Tidak ada kendaraan yang sampai tertimpa pohon berukuran besar tersebut.

Besarnya ukuran pohon membuat kendaraan dari dua arah yakni Probolinggo-Lumajang dan sebaliknya tak bisa melintas. Pengendara harus menunggu proses evakuasi dan pembersihan pohon yang dilakukan oleh petugas dari BPBD Kabupaten Probolinggo, Satlantas Polres Probolinggo, dan warga sekitar.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengungkapkan, peristiwa pohon tumbang di jalur selatan dan juga jalur pantura (Pantai utara,red) kerap terjadi tiap tahunnya. Penyebab mayoritas karena kondisi pohon yang sudah tua dan lapuk, sehingga ketika diterpa angin kencang dan hujan deras menjadi rawan tumbang.

“Untuk pohon tumbang di Malasan Kulon lebih diakibatkan karena pohon itu sudah tak kuat menahan bobotnya. Sehingga ketika diterpa angin kencang, akhirnya tumbang ke arah jalan yang berada tepat di sisinya. Namun anggota kami dibantu warga dan kepolisian dengan cepat dapat segera mengevakuasinya, agar jalur selatan dapat pulih kembali,” ungkapnya, Rabu (26/8) kemarin.

Dijelaskannya pula agar kejadian serupa tak berulang, BPBD Kabupaten Probolinggo dan juga pihak balai besar pelaksanaan jalan nasional (BBJN) VIII wilayah Probolinggo akan terus melakukan pengeprasan dan pemotongan pohon rawan tumbang di sepanjang jalur selatan dan Pantura. “Potensi pohon tumbang akan semakin besar di musim pancaroba. Karena itu pengeprasan dan pemotongan pohon di kedua jalur itu menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Sementara itu untuk menghindari adanya peristiwa pohon tumbang yang terjadi di pemukiman warga, BPBD kabupaten Probolinggo mengimbau kepada masyarakat agar pro aktif dalam mengepras dan memotong pohon tua yang ada di sekitarnya.

“Kalau ada pohon yang kondisinya rapuh, sebaiknya segera ditebang saja. Jangan menunggu sampai tumbang dan mengenai pemukiman,” imbaunya. (tm/awi)


Bagikan Artikel