Peristiwa

Dendam Bentrok antar Geng, Alasan 6 Remaja Habisi Nyawa Fathur


TEGALSIWALAN– Tak butuh waktu lama bagi Polres Probolinggo untuk menangkap para pelaku pembacokan yang menewaskan Fathur (21), warga desa Tegalsono, kecamatan Tegalsiwalan, Kamis (13/8) malam.

Total sebanyak 6 pelaku pembacokan berhasil diamankan oleh anggota Satreskrim Polres Probolinggo dari beberapa tempat berbeda.

Kelima pelaku yang diamankan tersebut yakni MH (20), AR (18), RK (20), NS (18), AM (17) dan AF (17) yang semuanya merupakan warga Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Dua pelaku di antaranya, diamankan saat tengah duduk di Gardu Poskamling di Desa Tegalsiwalan tak jauh dari lokasi pengeroyokan terhadap korban.

Sedangkan untuk Keempat pelaku lainnya ditangkap dari rumahnya masing-masing di kecamatan Ranuyoso.

“Total sebanyak 6 pelaku yang berhasil diamankan,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan, Jumat (14/8).

Dijelaskannya bahwa motif aksi pembacokan hingga tewas tersebut disebabkan oleh dendam lama dari kelompok para pelaku yang pernah terlibat bentrok dengan kelompok korban dalam acara orkes dangdut yang digelar beberapa bulan yang lalu.

Dari situ kelompok pelaku menaruh dendam, hingga akhirnya kembali dipertemukan kembali dalam acara orkes dangdut yang menjadi hiburan dalam hajatan warga di dusun Sumber Muning, desa/kecamatan Tegalsiwalan, Kamis (13/8) malam.

“Motifnya karena dendam lama antar kedua kelompok remaja ini, yang sebelumnya pernah terlibat tawuran di acara orkes di lokasi lain,” jelas Kapolres.

Disebutkan AKBP Ferdy bahwa korban yang bernama Fathur meregang nyawa usai dikeroyok dan dibacok menggunakan celurit pada bagian perut dan leher bagian belakang.

“Akibat luka bacok tersebut, korban langsung tewas di lokasi kejadian yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat orkes digelar,” sebutnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel