Peristiwa

Derita Aulia, Balita 2,5 Tahun Tersiram Air Panas, Kesulitan Biaya Perawatan


MARON – Keceriaan Aulia, gadis belia asal Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, seperti sirna. Tubuh mungilnya tersiram air panas. Kini ia belum pulih dari lukanya. Aulia hanya mampu menjalani perawatan mandiri. Sebab, keluarganya tak sanggup menanggung biaya perawatan medis.

Aulia saat ini masih berusia 29 bulan.  Tubuh mungilnya tersiram air panas pada Jumat (12/8) sekitar pukul 9.30 WIB. Ketika itu, buah hati pasangan suami istri (pasutri) Mujianto dan Rohmaini tersebut hendak menghampiri ibunya yang sedang menjalani aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga di dapur.

Mulanya, Aulia yang baru bisa berjalan itu hendak meminta dibuatkan telor goreng. Kebetulan saat itu ibunya sedang memasak nasi. Di sebelahnya terdapat air mendidih sisa memasak beras yang diwadahi ember.

Ibunya tak menyadari buah hatinya berada di sampingnya. Aulia tiba-tiba memegang ember itu hingga tumpah. Air panas itu tumpah ke badan Aulia. Sontak jerit tangis gadis mungil itu pecah. Sang ibu, Rohmaini, spontan merangkulnya. Lutut dan perut bawah pusarnya pun mengalami luka bakar.

“Setelah kena tumpahan air panas dan mengalami luka, dia (Aulia, red) langsung dilarikan ke Puskesmas Maron. Tetapi setelah perawatnya mengetahui luka-lukanya, Aulia disarankan untuk segera dirujuk ke RSUD Waluyo Jati,” kata Bad Kamal, tetangga Aulia.

Mendapatkan saran agar segera dirujuk ke RSUD Waluyo Jati, lanjut Bad Kamal, Rohmaini tak berkenan membawa putri semata wayangnya tersebut, lantaran faktor ekonomi. Terlebih lagi, katanya, ibu Aulia sudah lama pisah rumah dengan suaminya.

Mendengar kabar itu, Bad Kamal bersama pemuda setempat tergerak untuk membantu Rohmania. Rohmania yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani itu tampak menahan tangis hatinya melihat putrinya menahan sakit.

“Maka dari itu, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sesame, kami memosting foto Aulia di facebook. Harapannya, ada uluran tangan agar bisa membantu biaya perawatan dan pengobatannya,” terang Bad Kamal.

Sejak kemarin, kata Bad, Aulia hanya dirawat di rumahnya. Obatnya cuma salep dari resep bidan desa setempat. Sementara untuk hasil donasi sudah terkumpul Rp 400 ribu dari beberapa orang. 

“Hari ini sudah mau dirujuk ke RSUD Waluyo Jati. Kalau untuk biayanya urusan belakang, yang terpenting Aulia bisa mendapatkan perawatan baik. Karena masih sering nangis, merasa kepanasan,” tutup Bad. (yek/iwy)


Bagikan Artikel