Peristiwa

Jatuh ke Sungai, Tewas, Kepala dan Tubuh Ditemukan Terpisah 


PROBOLINGGO – Hujan deras Selasa (11/8) malam menelan korban. Sismoyo (68), seorang  warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tak bernyawa di sungai. Diduga, korban menghembuskan nafas terakhir setelah terjatuh ke sungai.

Jasad korban ditemukan warga yang hendak ke Sungai, Rabu (12/8) sekitar pukul 06.00 di dua tempat. Badan tanpa kepala ditemukan di sungai Desa Menyono. Sedangkan tubuh bagian paha sampai kaki kanan ditemukan di kali Desa Wringinanom (Bades), Kecamatan Kuripan. Untuk paha hingga kaki kiri hingga Rabu sore belum ditemukan.

Bersama warga setempat dan petugas Polsek Kuripan Polres Probolinggo, jasad korban dibawa ke RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo. Rabu sore, jenazah dijemput keluarganya setelah dipastikan benar-benar Sismoyo, warga Dusun Krajan RT 05 – RW 02  Desa Ngadirejo.

Budi (35), putra semata wayang korban memastikan jenazah itu adalah bapaknya. Budi memastikan dari tahi lalat di punggung bapaknya, dan ada bekas luka. Saat di kamar mayat, Budi sempat syok. Ia ditemani tetangganya dan perangkat desa, Anang.

Menurut Anang, Selasa sore korban keluar rumah mencari rambanan (ranting berdaun) untuk pakan kambingnya. Namun, hingga pagi kemarin korban tidak kunjung pulang.  “Keluarga dan warga mencari keberadaannya. Tapi tidak ketemu,” ujarnya.

Diperkirakan, saat mencari pakan kambing, hujan turun dan korban terjatuh ke sungai. Saat ditemukan jasad di sungai, informasi itu disampaikan oleh polisi ke kantor desa.  Perangkat desa bersama kepala desa kemudian memberitahukannya kepada keluarga korban.

Hanya, pihak keluarga tidak langsung datang ke RSUD. Mereka menunggu Budi, anak satu-satunya korban. Saat itu Budi masih mengantar sayur ke Malang. “Anaknya kan kirim sayur. Ya, kita tunggu sampai datang,” ujar Anang.

Kanit Reskrim Polsek Kuripan Bripka Andika menduga, korban jatuh ke sungai saat mencari pakan kambing. Terkait jasad korban yang terpisah menjadi beberapa bagian, ditengarai terjadi karena terbawa arus dan terbentur ke batu kali. Sebab, arus sungai malam itu kuat dan debit air tinggi.

Kepolisian mengetahui ada penemuan mayat di sungai setelah warga melapor sekitar pukul 07.00. Pihaknya tiba di lokasi penemuan sekitar pukul 08.00. Tetapi jasad korban ditemukan di dua tempat. “Bagian paha sampai kaki yang belum ditemukan ya tetap kita cari,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel