Peristiwa

Berpelukan di Taman, Guru TK Diciduk Satpol PP


PROBOLINGGO – Sepasang lelaki dan perempuan yang bukan suam-istri diamankan Satpol PP Kota Probolinggo, Kamis (6/8) siang. Perempuan berinisial NS (35) dan lelaki berinisial HN (35) yang tinggal sedesa itu kedapatan berpelukan di Taman Maramis, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

NS dan HN tinggal di wilayah Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. Setelah diciduk, pasangan itu dibawa ke mako Satpol PP Kota Probolinggo dengan kendaraan patroli. Kepada petugas, NS berterus terang telah menjalin asmara dengan HN 3 sejak bulan lalu.

NS yang dicerai suaminya mengaku berada di Taman Maramis karena telah janjian. Menurutnya, pertemuan itu untuk mengakhiri hubungannya, karena HN yang berprofesi sebagai karyawan swasta, sudah memiliki istri dan 2 anak. “Saya sadar salah. Makanya kami janjian ketemu, untuk mengakhiri hubungan ini,” ujarnya.

Tetapi HN tidak mau kehilangan NS dan merangkulnya. Adegan rangkulan pasangan kekasih ini diketahui pengunjung Taman Maramis. Mereka kemudian melalui sambungan seluler, menghubungi Satpol PP. Maka, petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian dan   mengamankan keduanya. Belakangan diketahui kalau NS ternyata seorang guru TK di desanya.

Kepala Satpol PP Agus Effendi mengatakan, pihaknya mengamankan pasangan bukan suami-istri tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat lewat 112. Dalam laporannya warga menyebut, ada sepasangan warga yang melakukan tindakan kurang pantas di tempat umum dan di siang bolong.

 “Tugas kami menjaga ketertiban umum siang dan malam. Meski siang, kalau berbuat tidak baik, ya kami amankan. Begitu ada laporan, langsung kami tindaklanjuti,” katanya.

Selanjutnya, selain NS diharuskan membuat pernyataan tertulis, perwakilan sekolah tempat NS mengajar juga dipanggil. Tujuannya untuk memberi efek jera.  “Untuk memberikan efek jera, selain menandatangani pernyataan tertulis, kami juga akan memanggil pihak sekolah dan keluarga mereka,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel