Peristiwa

Setelah Gedung, Tenda Darurat SDN Resongo IV pun Roboh


KURIPAN – Gedung SDN Resongo IV di Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo roboh beberapa bulan lalu. Sebagai tempat belajar sementara, BPBD setempat memasang tenda darurat. Namun ternyata, tenda itu akhirnya roboh juga diterjang angina pada akhir pekan kemarin. Alhasil,  kegiatan belajar di SDN Resongo IV ganti dilaksanakan di mushala.

Tenda darurat didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo beberapa bulan lalu untuk dijadikan tempat belajar para murid SDN Resongo IV, selama gedungnya yang roboh belum direnovasi. Namun ternyata, tenda itupun akhirnya ikut roboh.   

Tenda itu roboh setelah diempas angin kencang. BPBD Kabupaten Probolinggo pun berencana membongkar tenda darurat tersebut karena dinilai sudah terlalu lama berdiri.

            Kepala SDN Resongo IV Sugianto mengatakan, tenda darurat yang didirikan pada Februari 2020 oleh BPBD Kabupaten Probolinggo itu ada yang roboh. Ada satu tenda yang roboh. Sedangkan dua tenda lain masih tegak berdiri.

Menurutnya, tenda darurat itu roboh beberapa hari lalu akibat diempas angin kencang. Akhirnya, pihaknya pun memutuskan untuk melipat tenda yang roboh tersebut. ”Tenda roboh karena angin kencang beberapa hari lalu. Sudah kami amankan untuk sementara,” katanya.

Meski tidak digunakan karena masih pandemi Covid-19, Sugianto berharap gedung yang roboh segera dibangun. Apalagi, jika penerapan new normal untuk sekolah diberlakukan. “Kalau sekarang masih covid, jadi dilaksanakan di mushala desa atau kerja kelompok. Kalau daring, tidak memungkinkan, karena sinyalnya susah, Makanya kami berharap sekolah ini segera dibangun, kasihan anak anak,” kata Sugianto.

Di sisi lain, berdasar data terakhir, pembangunan fisik SDN Resongo IV diperkirakan dilakukan pada September mendatang. Hal itu sesuai dengan jadwal lelang yang dilakukan balai lelang provinsi Jatim.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi saat dikonfirmasi mengaku baru tahu bahwa tenda darurat di SDN Resongo IV roboh. Namun, sebelum menerima informasi itu, internal BPBD menurutnya sempat membicarakan masalah tenda darurat itu, dua hari lalu. ”Kami malah baru dengar soal tenda darurat yang roboh di SDN Resongo IV itu,” ujarnya.

Anggit menjelaskan, tenda yang didirikan di SDN Resongo IV itu sifatnya darurat. Seharusnya, tenda darurat itu didirikan tidak dalam waktu lama. Namun, dalam praktiknya hampir setengah tahun tenda itu berdiri.

”Sudah terlalu lama tenda darurat itu didirikan. Harusnya, tenda darurat itu sifatnya sementara. Tidak sampai berdiri selama berbulan-bulan seperti yang terjadi. Bisa-bisa rusak tenda darurat itu terkena hujan panas terlalu lama,” ungkapnya.

Karena kondisi itu, menurut Anggit, pihaknya memutuskan untuk membongkar semua tenda darurat di SDN Resongo IV. Rencananya, tiga tenda darurat yang ada di sana akan dibongkar hari ini. Terlebih, tenda darurat itu juga tidak difungsikan karena masih pandemi.  ”Akan kami bongkar segera semua tenda darurat itu. Kalau nunggu sampai tahun depan, bisa rusak tenda darurat itu,” tutur Anggit. (rul/iwy)


Bagikan Artikel