Peristiwa

Kenal di Facebook, Ketemuan, Gadis 13 Tahun Digilir 5 Remaja


PAJARAKAN – Tragis nasib NA, gadis 13 tahun asal Kademangan, Kota Probolinggo. Perempuan di bawah umur itu diperkosa secara bergilir oleh 5 orang yang baru dikenalnya, di Desa Jatisari, Kecamtan Kuripan Kabupaten Probolinggo. Dua pelaku di antaranya telah diamankan dan sisanya dalam buron. Ironisnya, pelaku masih berusia remaja.

Peristiwa perkosaan ini terjadi pada Juni lalu. Tetapi baru Selasa (21/7) kasus ini diungkap pihak kepolisian kepada media. Adapun dua pelaku yang telah berhasil ditangkap ialah MM (16) asal Kuripan, dan MR (19) asal Bantaran. Tiga pelaku lainnya masih dalam pencarian. Namun kepolisian sudah mengantongi identitas mereka.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo Iptu Maskur Ansori menyatakan, mulanya korban mengenal pelaku MR dari facebook. Kemudian, perkenalan itu berlanjut dengan pertemuan. Keduanya janjian bertemu di belakang SMKN 4 Pelayaran Kota Probolinggo, pada Sabtu (6/6) lalu.

Rupanya mereka tak hanya bertemu. Pelaku mengajak korban jalan-jalan hingga malam. Tanpa diketahui korban, pelaku mengarahkan kendaraannya ke rumah MM di Kuripan. Di rumah itu sudah ada banyak pemuda yang belum dikenal korban.

Korban lantas disuruh masuk kamar. Sementara pelaku masih bermain dengan temannya di depan kamar. Tak lama kemudian, pelaku MM dan MR masuk ke kamar. Korban diciumi  sambil dirayu untuk melakukan hubungan suami istri.

Korban menolak. Tetapi MR melontarkan ancaman dengan nada menggertak. “Pelaku mengancam korban tidak akan diantar pulang kalau tidak mengikuti perintahnya,” kata Iptu Maskur.

Mendapat ancaman seperti itu, korban akhirnya menuruti perintah pelaku. Bahkan korban disuruh menenggak 3 butir pil koplo sebelum diperkosa. Tak lama kemudian, korban mulai setengah sadar. Nah saat itu korban diperkosa oleh kedua pelaku. Setelah keduanya merasa puas, disusul oleh 3 pelaku lainnya di dalam kamar.

Korban diperkosa secara bergilir oleh 5 pelaku dalam kondisi lemas karena pengaruh pil koplo. Korban kemudian diinapkan di rumah itu hingga keesokan harinya. “Nginap semalem di lokasi kejadian,” katanya.

Keesokan harinya, keluarga korban datang ke lokasi kejadian. Korban dibawa pulang dalam kondisi kacau. Korban menceritakan kejadian yang menimpanya pada keluarganya. Selanjutnya, keluarga korban melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian.

“Keluarga korban itu ada yang melihat kalau korban masuk rumah pelaku. Jadi keluarga langsung mendatangi dan membawanya pulang. Kemudian, korban melapor pada kami,” jelas Iptu Maskur.

Atas laporan tersebut, polisi langsung melakukan penangkapan. Kedua pelaku diamankan pada Senin (8/6) lalu. Sedangkan 3 pelaku lainnya hingga kini masih dalam pencarian. “Kami sudah mengantongi identitasnya dan masih dalam pengejaram,” ujar Iptu Maskur. (yek/iwy)


Bagikan Artikel