Peristiwa

Belasan Pemuda Gelar Aksi Bisu di Depan Kantor DPRD Probolinggo


KRAKSAAN – Belasan pemuda melakukan aksi bisu di depan kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/5). Pemuda yang tergabung dalam komunitas Pemuda Probolinggo itu melakukannya dengan cara duduk berjemur di bawah terik matahari selama dua jam. Yakni dari pukul 13.30 hingga 15.30.

Koordinator aksi Zia Ulhaq (23) mengatakan, pihaknya menuntut agar pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dihentikan dan dibatalkan. Ia menilai banyak pasal-pasal dalam RUU itu yang bermasalah dan bisa mempersempit ruang gerak bagi para buruh dan rakyat kecil.

“Kalau ini disahkan, akan ada perampasan hak-hak bagi pekerja, terutama pekerja perempuan. Seperti minimnya cuti untuk orang yang baru melahirkan. Meskipun sebenarnya tidak boleh ada pemutusan kontrak kerja, tapi ini bisa digunakan oleh pengusaha untuk berbuat yang tidak adil, seperti pemotongan gaji secara sepihak,” katanya.

Menurut Zia, seharusnya, di tengah pandemi Covid-19 yang dibahas adalah kebijakan-kebijakan yang pro sekaligus mengurangi beban rakyat. Bukan malah mengutamakan pembahasan RUU tersebut.

“Yang menggelar aksi bukan hanya di Probolinggo, daerah lain juga bergerak melakukan penolakan RUU ini. Dan hari ini (Kamis, red) DPR RI sedang membahasnya. Semoga saja nanti yang diputuskan sesuai dengan keinginan rakyat banyak,” harapnya.

Ketua Pemuda Probolinggo Abdul Haq (24) mengatakan, pihaknya memang sengaja melakukan aksi bisu di depan kantor DPRD. Pasalnya, belakangan ini para perwakilan rakyat sudah mulai tidak mendengarkan aspirasi dari rakyat. Sehingga, pihaknya hanya melakukan aksi bisu dengan memasang beberapa tulisan yang di pasang di pagar-pagar kantor dewan setempat.

“Percuma kami berbicara, karena dewan sudah tidak lagi mendengarkan kami. Makanya kami tulis saja aspirasi kami agar dewan bisa membacanya,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD setempat Andi Suryanto Wibowo mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya aksi tersebut dari awal hingga akhir. Pasalnya, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan terkait adanya aksi.

“Mulainya kapan dan berakhir kapan, kami tidak tahu. Karena memang tidak ada pemberitahuan ke pihak dewan. Dan di saat bersamaan kami sedang mengadakan rapat di luar,” terangnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel