Peristiwa

Asyik Nge-Game, HP Bocah Dijambret


DRINGU – Aksi tindak pidana penjambretan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini korbannya adalah MTK (12), seorang siswa SD asal Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Handphone (HP) miliknya yang digunakan untuk main game, dijambret oleh Muhammad Fahri (32), warga Desa/Kecamatan Bantaran

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Koran Pantura, penjambretan terjadi ketika korban tengah asyik bermain game di depan Suharul Halim, Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Rabu (8/7) pagi. “Korban ini sedang berlibur di rumah kakek-neneknya yang berada di Desa Tegalrejo,” ujar Kanit Reskrim Polsek Dringu Bripka Fajar Prajawanto.

Di sela-sela liburannya, korban berniat main game di tempat yang memiliki sambungan WiFi. Yakni di depan rumah Kades Tegalrejo Suharul Halim. Kala itu, hanya ia sendiri yang bermain game di depan rumah tersebut. Selang beberapa saat kemudian, tiba-tiba ia dihampiri oleh Muhammad Fahri, pelaku yang tanpa basa-basi langsung  merampas HP merk Samsung J2 Pro milik MTK.

Mengetahui HP-nya hendak dirampas, MTK berusaha memberikan perlawanan. Ia berusaha merebut kembali HP miliknya. MTK bahkan berupaya menahan motor Supra Fit nopol L 8406 QG milik pelaku agar tidak bisa kabur. Namun upayanya sia-sia. MTK malah jatuh dan tubuhnya terseret hingga beberapa meter. Siku tangannya pun terluka.

Mengetahui hal tersebut, seorang warga sekitar lokasi kejadian langsung berteriak maling. Hal itu membuat pelaku langsung tancap gas menuju utara ke jalur Pantura. Mendengar teriakan itu, warga dibantu anggota Polsek Dringu dan Opsnal Polres Probolinggo berusaha mengejar pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil dibekuk di sekitar Pasar Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Pelaku sempat ditahan di Polsek Mayangan. Namun akhirnya dipindahkan ke Polsek Dringu sesuai dengan TKP (tempat kejadian perkara).

“Tersangka sempat dipepet hingga terjatuh oleh warga dan anggota, karena tidak mau berhenti dan terus mencoba untuk kabur. Ketika tertangkap pun tersangka Fahri ini, masih sempat mengelak sebagai perampas HP. Karena kesal sejumlah warga sempat meluapkan emosinya kepada tersangka,” terang Bripka Fajar Prajawanto.

Selanjutnya, tersangka pun ditahan di sel tahanan Polsek Dringu. Ia dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai dengan kekerasan. “Tersangka terancam kurungan penjara maksimal 9 tahun,” katanya.

Muhammad Fahri, si pelaku, mengaku khilaf karena melakukan penjambretan. Ia mengaku terdesak kebutuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19. “Khilaf, Mas. Saya tidak berniat menjambret. Tapi entah kenapa saya nekat berbuat itu. Saya menyesalinya,” ungkapnya.

Sementara itu, MTK ditemui Koran Pantura di Mapolsek Dringu didampingi orang tua dan Kepala Desa Tegalrejo Suharul Halim. Menurutnya, saat kejadian dirinya memang sengaja bermain game seorang diri di depan rumah Kades Tegalrejo. Ia tak menyangka jika ada orang tak dikenal yang berniat HP miliknya.

“Langsung dirampas, terus lari. Karena itu HP saya, jadi saya coba ambil lagi. Karena kalah besar, jadi saya sempat jatuh karena orang itu mau pergi naik motor. Ini tangan saya sampai terluka,” terangnya.

Suharul Halim selaku Kepala Desa Tegalrejo mengaku geram akan ulah dari tersangka Fahri yang menjambret HP milik anak-anak di desanya. Ia menyatakan Polisi harus menghukum pelaku seberat mungkin karena ulahnya cukup meresahkan tapi.

“Ulahnya juga membahayakan keselamatan warganya baik korban maupun warga lain yang berusaha mencegahnya. Pokoknya harus dihukum seberat mungkin, agar pelaku jera dan tak mengulangi perbuatannya,” tegasnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel