Peristiwa

Menolak Dijodohkan, Remaja 19 Tahun Nekat Kabur dari Rumah


PAITON – Rodiah, gadis 19 tahun asal Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, menolak keinginan orang tuanya dengan cara kabur dari rumah. Pasalnya, Rodiah tidak mau dijodohkan dan didesak untuk dinikah sirri.

Zaman sudah berubah. Acara-acara perjodohan sudah banyak ditinggalkan. Tetapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo ada perjodohan yang direaksi dengan kaburnya si gadis.

Gadis itu bernama Rodiah. Lantaran tidak mau dijodohkan oleh orang tuanya dan didesak untuk dinikah sirri, gadis remaja tersebut nekat kabur dari rumah.

Kaburnya Rodiah diketahui sejak Kamis (11/6) lalu. Gadis yang baru berhenti nyantri itu  mengenakan pakaian sederhana, keluar dari rumah. Ia keluar tanpa pamit pada orang tua dan sanak familinya. Bahkan tidak ada keluarganya yang tahu kemana perginya Rodiah.

Seorang tetangga hanya mengetahui gadis itu berjalan kaki ke arah timur rumahnya seorang diri. Jalannya begitu cepat seolah menghindari pertanyaan warga yang berpapasan dengannya. Tetapi hingga Kamis malam, Rodiah tak kunjung kembali. Keluarga pun mulai panik dan mencari Rodiah ke berbagai tempat.

Pihak keluarga pun mulai ketar-ketir bersimbah heran. Wanita pendiam yang tak suka keluyuran itu justru kabur meninggalkan rumah tanpa kabar. Tak seorang pun yang tahu pasti arah kabur gadis tersebut. “Waktu itu hanya terlihat oleh tetangga. Tapi nggak tahu juga mau kemana,” kata Ahmad Arif, seorang paman Rodiah.

Arif tidak tahu pasti apa latar belakang yang membuat keponakannya melarikan diri dari rumah. Ia hanya menduga, keburnya Rodiah lantaran paksaan perjodohan dan nikah siri dari pihak kedua orang tuanya.  

Sebelum kejadian tersebut, lanjutnya, Rodiah sempat dijodohkan dengan seorang pria pilihan orang tuanya. Namun, Rodiah menolak untuk mengikuti kemauan orang tuanya tanpa alasan pasti. “Sebelum kabur, keluarnya mau menikahkan Rodiah,” ungkap Arif yang tinggal di Desa Randujalak Kecamatan Paiton.

Karena khawatir, pihak keluarga terpaksa untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Paiton. Sebab, pihak keluarga sudah tidak tahu harus mencari anaknya kemana. Teman dekat Rodiah pun tidak ada yang tahu. “Kami melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian,” tuturnya.

Dalam laporan yang dilakukan Minggu (21/6) lalu, Rodiah disebutkan sudah kabur dari rumah 11 hari. Arif berharap, jika ada yang mengetahui keberadaan Rodiah agar segera menghubungi pihak keluarganya.

Orang tua Rodiah berjanji tidak akan melanjutkan rencana perjodohan dan pernikahan siri tersebut. Jika memang perjodohan itu yang melatari kaburnya Rodiah, pihak keluarga sepakat tidak akan melanjutkannya. “Yang penting Rodiah segera pulang. Orang tuanya nangis terus setiap saat. Kasihan,” tutur Arif. (yek/iwy)


Bagikan Artikel