Peristiwa

75 Persen Pasien Covid di Probolinggo Sembuh


KRAKSAAN – Jumlah pasien positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Probolinggo yang berhasil sembuh, jumlahnya terus bertambah.  Hingga Kamis (11/6) malam, Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mencatat sudah ada 91 pasien positif yang dinyatakan sembuh. Sedangkan 26 orang masih dirawat, dan 3 orang meninggal dunia.

Ada satu tambahan pasien positif yang meninggal dunia, yaitu warga Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih, berjenis kelamin laki-laki. Pasien ini dinyatakan meninggal di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, pasien positif corona yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Probolinggo mencapai 91 orang atau setara dengan 75,83 persen dari jumlah total 120 kasus. Masih ada 26 orang yang menjalani perawatan dan isolasi, serta 3 orang meninggal dunia.

“Yang terbaru ada tujuh orang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh. Ini berasal dari dua klaster yang berbeda, yaitu klaster pemudik sebanyak 3 orang dan klaster pasar sebanyak 4 orang,” katanya.

Menurut dokter Anang, untuk klaster pemudik terdiri dari perempuan berusia 39 tahun dari Desa Wonoasri Kecamatan Kuripan, merupakan pemudik dari Surabaya. Berikutnya, laki-laki berusia 42 tahun dari Desa Sumurdalam Kecamatan Besuk, merupakan pemudik dari Pasuruan; dan perempuan berusia 30 tahun dari Desa Wonoasri Kecamatan Kuripan merupakan pemudik dari Surabaya.

Dari klaster pasar terdiri atas perempuan berusia 41 tahun asal Desa Sukodadi Kecamatan Paiton, merupakan pedagang di Pasar Paiton; perempuan berusia 24 tahun dari Desa Wonorejo Kecamatan Paiton, merupakan pedagang di Pasar Maron; perempuan berusia 60 tahun dari Desa Satreyan Kecamatan Maron merupakan pedagang di Pasar Maron; dan perempuan berusia 50 tahun dari Desa Jangur Kecamatan Sumberasih.

“Alhamdulillah, ke-7 orang ini kondisinya bagus dan sehat semua. Mereka dinyatakan sembuh karena hasil swabnya dua kali negatif. Selanjutnya mereka tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari dengan terus menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dokter Anang menyampaikan hasil swab ke-7 orang yang sudah sembuh ini keluar hari ini dari TCM (Tes Cepat Molekuler) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan BBTKL Surabaya. Untuk penyakit lain dari ke-7 orang ini tidak ada dan mereka sudah sehat wal afiat karena mereka masuk dalam OTG (Orang Tanpa Gejala).

“Setelah dinyatakan sembuh tetap sesuai dengan prosedur mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. Selain itu, mereka tetap harus melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar supaya tidak terulang lagi semacam ini,” terangnya.

Saat kembali ke rumah, mereka diminta tetap patuh dengan protokol kesehatan. Kalau kemana-mana harus selalu memakai masker dan selalu membiasakan diri mencuci tangan, jaga kontak dan jangan bersentuhan fisik.

Untuk sumber penularan, terjadi secara horizontal yang tidak jelas dari mana sumber sebenarnya. Untuk klaster pemudik penularannya bisa saja terjadi dari asal kedatangan masing-masing pemudik. Sementara, untuk klaster pasar ini sumber penularannya yang tidak jelas,” terangnya.

Sementara, untuk tambahan satu orang meninggal, lanjut dokter Anang, pasien ini berasal dari Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih. “Jenis kelaminnya laki-laki, usianya 68 tahun, berasal dari klaster pelangi dan meninggal ketika dirawat di rumah sakit di Surabaya,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel