Peristiwa

Protes Data BLT DD, Aksi Warga Dihadang Massa Tandingan


PAKUNIRAN – Puluhan warga Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Senin (8/6) mendatangi kantor desanya. Mereka hendak mempertanyakan penyaluran bantuan langsung tunai Dana Desa (BLT DD). Namun, aksi warga itu dihadang oleh massa tandingan.

Suprapto, salah satu warga setempat mengatakan, warga mendatangi kantor desa hanya untuk meminta keadilan. Sebab, BLT DD ternyata diperuntukkan warga yang memiliki hubungan erat dengan pihak pemerintah desa.

“Rata-rata penerima BLT itu adalah keluarga dan kerabat perangkat desa. Sedangkan untuk RT dan RW, tidak diberikan hak untuk mendata. Malah perangkat desanya yang mengambil alih pendataan,” katanya.

Namun tak disangka, niat warga untuk mempertanyakan masalah ini kemarin dipersepsi keliru. Rencana warga untuk musyawarah di kantor desa malah dihadang oleh massa tandingan, yang diduga sebagai orang-orang suruhan pihak pemerintah desa. Bahkan massa tandingan itu jumlahnya lebih banyak dua kali lipat dari warga.

“Kami tidak ingin unjuk rasa atau mencari kegaduhan. Tapi malah Pak Kades ikut mengumpulkan massa dari penerima BLT sehingga terjadi sedikit gesekan, juga karena kata-kata dari Pak Tinggi yang kurang enak,” tutur Suprapto.

Menanggapi hal ini, Camat Pakuniran Hari Pribadi menyatakan bahwa kedatangan warga itu hanya untuk menyampaikan aspirasinya terkait BLT DD. Pihak kecamatan dan pemerintah desa tetap akan menampung aspirasi warga, dan mencarikan solusi untuk pengajuan bantuan lainnya. “Karena kalau untuk BLT DD, kuotanya sudah terpenuhi, sebanyak 262 KK untuk Desa Ranon. Sehingga kami ajukan bantuan sosial lainnya selain dari BLT DD,” tutur Camat Hari.

Menanggapi adanya massa tandingan, Camat Hari menyebut kondisi politik desa mulai panas karena sudah mendekati Pilkades. Sedangkan untuk penyaluran bantuan, Camat Hari sudah meminta agar pemerintah desa memfilter siapa yang lebih pantas menerima.

“Sudah saya minta kepada pemerintah desa untuk memfilter siapa yang berhak mendapat bantuan, lalu ketemulah 262 KK tersebut. Kedatangan warga yang tidak dapat (bantuan, red) itu memang karena kuotanya penuh, sehingga kami usulkan untuk bansos yang lainnya,” terang Camat.  (yek/ra/iwy)


Bagikan Artikel