Peristiwa

Tuding BLT DD tak Tepat Sasaran, Warga Lurug Balai Desa Sukokerto


PAJARAKAN – Puluhan warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo kemarin (4/6) mendatangi kantor desanya. Mereka datang untuk mempertanyakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) bagi warga terdampak Covid-19. Menurut mereka, penyaluran bantuan itu dinilai kurang adil dan tidak tepat sasaran.

Ada sekitar 20 warga yang kemarin mendatangi balai Desa Sukokerto. Mereka tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangan warga ditemui oleh Pj Kades Sukokerto Mulyono, dengan didampingi BPD, dan sejumlah aparat penegak hukum.

Dalam pertemuan dadakan itu, seorang warga angkat bicara. Parlan (45), warga tersebut,   menyampaikan bahwa kedatangannya untuk mempertanyakan penyaluran BLT-DD. Menurutnya, penyaluran BLT-DD itu dinilai tidak tepat sasaran.

Banyak orang tidak mampu yang justru tidak menerima bantuan. Sebaliknya, kata Parlan, banyak warga dengan ekonomi serba cukup, tetapi dapat bantuan. Sementara warga dengan ekonomi serba kekurangan hanya dipandang sebelah mata.

“Ada yang sudah punya dua mobil dan ada juga malah dapat double bantuannya. Kalau seperti itu sudah jelas-jelas dia mampu tapi masih saja dapat. Apa mungkin penyaluran bantuan itu dilatari faktor like and dislike?” ujar Parlan.

Hal senada disampaikan Sopia, warga Dusun Pandesa. Katanya, dirinya selama ini tidak pernah disentuh bantuan sedikitpun. Bahkan suaminya yang kini terbaring lemah didera penyakit paru, tidak juga mendapat perhatian pemerintah desa.

“Saya nggak pernah dapat bantuan. Sampai-sampai suami saya putus asa dan mau bunuh diri. Sementara yang sana banyak warga mampu justru dapat bantuan,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Pj Kades Sukokerto Mulyono mengatakan, pihak desa sudah menerima semua aspirasi warga terkait BLT-DD. Sehingga oleh pihak desa, bagi warga yang sama sekali tidak tersentuh BLT DD bisa tercover melalu bantuan lain selain BLT-DD.

Menurutnya, sejauh ini penerima bantuan BLT-DD tercatat ada 167 KK (Kepala Keluarga) dari total 1.082 KK yang ada di Desa Sukokerto. Namun, karena menjadi permintaan warga, pihaknya akan kembali turun lapangan untuk cross check ulang.

“Kami akan cross check ulang nanti. Tapi data yang sudah dikirim ini sudah berkali-kali diproses melalui musdes dan validasi desa, agar tidak ada tumpang tindih bantuan dan salah sasaran,” ujarnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel