Peristiwa

Pria Tuna Aksara Dituding Punya Santet


GENDING – Aparat dan Pemerintah Desa Pesisir Kecamatan Gending, melakukan mediasi di kantor desa setempat, Selasa (19/5). Mediasi itu dilakukan terhadap Jumari (50), seorang warga tuna aksara yang dituduh memiliki ilmu santet.  Syukur saja mediasi ini berhasil.

Berdasar informasi yang dihimpun, tudingan yang diberikan pasa Jumari itu bermula  dari mulut Mulyadi (53), tepat setelah istrinya, Hasana, meninggal dunia beberapa hari lalu. Sebelum Hasanah meninggal, ia mengaku sering didatangi oleh Jumari dalam mimpinya.

“Kejadiannya mulai memanas setelah Hasana meninggal dunia 2 hari yang lalu. Sebelum   meninggal, ia (Hasanah, red) kerap kali didatangi Jumari dalam mimpinya,” kata Kapala Desa Pesisir Sanemo.

Beberapa malam bermimpi Jumari, lanjut Sanemo, membuat Hasanah tidak bisa tidur tenang. Bahkan saat matanya terpejam, bibirnya masih terus memanggil-manggil nama Jumari. Keadaan itu pun menggiring pemikiran pihak keluarga Hasanah, meyakini bahwa Jumari memiliki ilmu hitam dan menggunakannya pada Hasanah.

“Akhirnya kabar tersebut sampai ke telinga Jumari. Sehingga dia datang ke rumah saya untuk meminta pendapat. Apalagi dia baru setengah tahun pindah dari Maron ke Desa Pesisir,” tutur Sanemo usai melakukan mediasi tersebut.

Tuduhan warga dan keluarga Hasana terhadap Jumari itu juga dikuatkan oleh seorang warga yang memiliki supranatural. Itu tepat setelah Mulyadi mendatangi dan meminta petunjuk pada seorang yang enggan disebutkan identitasnya tersebut.

“Maklum namanya orang awam. Sehingga langsung percaya begitu saja. Akan tetapi semua sudah selesai. Kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan untuk berdamai. Ini sudah ke 6 kalinya terjadi selama saya jadi Kepala Desa,” ujar Kades dua periode itu.

Sementara itu, Jumari dengan santai menepis tuduhan yang diarahkan pada dirinya. Kata Jumari, bagaimana mungkin ia bisa memiliki ilmu hitam, sedangkan dirinya buta huruf. “Kalau buta huruf, tidak bisa baca dan menulis bagaimana ceritanya? Bahkan sebelum Hasanah meninggal, sempat datang untuk minta obat, saya juga bingung,” terang Jumari. (yek/iwy)  


Bagikan Artikel