Peristiwa

Polisi Tembak Mati Begal Sadis


PROBOLINGGO – Aksi kriminalitas terus meningkat ditengah pandemi Covid-19. Terbaru, dua orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Begal) berhasil digagalkan aksinya oleh anggota Polres Probolinggo. Bahkan salah satunya ditembak mati ketika melancarkan aksinya di Desa Leces, pada Minggu (17/5) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura aksi pembegalan itu dilakukan oleh Dullah (40) warga desa Pondokwuluh Kecamatan Leces bersamanya dengan rekannya yang kini buron sekitar pukul 01.00 dini hari.

Saat itu Dullah yang merupakan seorang residivis bersama dengan rekannya tengah berjalan kaki disekitar jalan Kiyai Sekar Desa Leces. Pada saat itu pula melintas pasangan suami istri (Pasutri) Alimun (40) dan Husnawiah (36) warga dusun Krajan RT 01/03 Desa Leces, Kecamatan Leces menggunakan sepeda motor matic merk Honda Vario.

Sejurus kemudian, Dullah bersama rekannya yang dikenal sadis itu. Lantas mencegat motor yang dikendarai Alimun dan Husnawiah. Pasutri itu langsung diancam menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis celurit. Dibawah ancaman itu sempat terjadi aksi tarik menarik diantara pelaku dan korban hingga membuat Husnawiah terjatuh.

Namun tak berapa lama kemudian, datang anggota gabungan dari Timsus dan Polsek Leces. Langsung merangsek dan hendak menangkap kedua pelaku. Namun ditengah upaya penangkapan tersebut. Ternyata Dullah dan rekannya melakukan upaya perlawanan dan coba melarikan diri.

“Kedua pelaku coba melawan petugas kami dengan mengacungkan celurit dan melemparkan bondet ke arah petugas. Secara reflek demi mempertahankan diri anggota kami langsung melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak keduanya,” ungkap Kapolsek Leces Iptu Akhmad Gandhi, Minggu (17/5) kemarin.

Dijelaskannya usai dilakukan penembakan terhadap kedua pelaku. Hanya Dullah yang terkena tembakan dan langsung terkapar. Sedangkan rekannya yang belum diketahui identitasnya, meski diyakini turut terkena timah panas. Namun dapat melarikan diri dan lepas dari kejaran Polisi yang hendak menangkapnya itu. “Untuk pelaku yang berhasil melarikan diri, masih kami buru keberadaannya. Semoga ada informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku yang buron itu,” jelasnya.

Lebih lanjut usai dipastikan tewas, Jenasah Dullah lantas langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sementara barang bukti yang diamankan polisi diantaranya sebilah senjata tajam, uang Rp 10 juta hasil kejahatan, 2 buah jimat dan HP milik pelaku. Selain itu, juga ada motor milik korban. (tm/ra)

 

 

 


Bagikan Artikel