Peristiwa

11 Pasien Klaster Sukolilo Sembuh dari Corona


KRAKSAAN – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo yang dinyatakan telah sembuh, bertambah lagi.  Berdasar hasil swab terakhir, ada 11 pasien positif corona dari klaster Sukolilo dinyatakan negatif atau sembuh, dan dipulangkan. Di sisi lain, ada satu pasien positif corona yang meninggal dunia.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, ada 11 pasien yang dua kali hasil swab-nya dinyatakan negative. “Alhamdulillah,  berdasarkan hasil swab yang ada, 11 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Kondisinya alhamdulillah baik. Sesuai prortokol kesehatan, memang hasil swab-nya dua kali negatif,” jelas dr Anang, Minggu (17/5). 

Menurut dokter Anang, dari 11 orang yang sembuh itu 4 di antaranya berasal dari Desa Bayeman (Tongas);  6 dari Desa Jabungsisir (Paiton); dan 1 dari Desa Gebangan (Krejengan). “Mereka tergabung klaster Sukolilo Surabaya,” terangnya.

Sementara itu, juga ada tambahan kasus positif ke-44 di Kabupaten Probolinggo. Kasus  terkonfirmasi Covid-19 ke-44 ini berasal dari Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih. Namun, kasus ke-44 ini didapati positif justru saat pasiennya sudah meninggal dunia.

“Sebenarnya orangnya ini sudah dirawat lama di rumah sakit. Mulai tanggal 4 Mei 2020. Memang kondisinya tidak terlalu bagus. Tadi malam meninggal dunia dan tadi malam langsung dimakamkan,” ungkap dokter Anang.  

Ditambahkan dokter Anang, pasien berjenis kelamin perempuan berusia 60 tahun ini sebelumnya masih berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Bahkan sampai meninggal dunia, yang bersangkutan masih PDP. Namun, kemarin hasil swab-nya turun dan dinyatakan positif. “Jadi dia naik pangkat saat sudah meninggal dunia. Karena setelah meninggal dunia itulah dia baru terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.  

Tracking terhadap orang terdekat kasus ke-44 ini sudah dilakukan. Sebab, saat status PDP, tracking sudah langsung dilakukan. “Dari awal memang dia PDP. Apalagi pasien ini lama sekali dirawat di rumah sakit. Dia pun masuk klaster lokal,” terang dokter Anang.  (rul/iwy)


Bagikan Artikel