Peristiwa

Jembatan Bailey Kedungasem Tuntas


PROBOLINGGO – Jembatan Kedungasem di Kota Probolinggo sudah bisa dilintasi kembali. Namun, tidak seluruh jenis kendaraan bisa lewat. Yang bisa melintas cuma kendaraan bertonase maksimal 5 ton ke bawah. Sebab, jembatan yang sudah tuntas diperbaiki itu hanya bailey atau jembatan sementara.

Hal itu diungkap Rudi Napitupulu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional Pasuruan Probolinggo, Kamis (13/5) siang. Menurutnya, kendaraan yang bisa melintas di atas jembatan bailey ini di antaranya ialah kendaraan pribadi, MPV, pikap dan colt diesel. Sedangkan bus, truk besar (fuso), trailer, tronton dan dump truck dilarang.  

Kendaraan besar dan berat seperti itu disarankan tetap lewat di jalan alternatif yang sudah ditentukan oleh Satlantas dan Dishub Kota Probolinggo. Jika tetap memaksa, maka kendaraan berat akan dihalau petugas penjaga jembatan. “Yang dimaksud 5 ton itu kendaraan yang tumpuan atau tekanan salah satu rodanya 5 ton. Kalau rodanya dua, depan dan belakang, maka tekanan beratnya dibagi dua, yaitu 2,5 ton,” jelas Rudi.

Selain pembatasan tonase, kendaraan yang melintasi jembatan bailey ini juga harus bergantian dari arah selatan dan utara. Sebab, lebar jembatan hanya 4 meter, dan panjang 30 meter. “Lebar jembatan atas 4 meter. Jadi, nanti buka-tutup, bergantian. Sementara lebar jembatan bawah 5,5 meter,” tambahnya.

Karena kondisinya seperti itu, jembatan bailey tersebut akan dijaga petugas, baik di sisi selatan atau utara. Petugas nantinya akan mengatur arus lalu lintas, sehingga tidak semrawut dan tidak rebutan. Jika kendaraan dari selatan yang lewat di jembatan, maka kendaraan dari utara, diberhentikan. “Kami memanfaatkan warga sini untuk petugasnya. Nanti kami pasang portal,” ujar Rudi. 

Dijelaskan, jembatan darurat tersebut akan dipakai hingga jembatan lama yang rusak, selesai diperbaiki. Namun, Rudi tidak tahu apakah jembatan lama yang dinding penyangganya ambrol tersebut akan diperbaiki tahun ini atau tahun depan. “Mudah-mudahan diperbaiki tahun ini. Tetapi belum bisa dipastikan. Atasan kami masih ke Jakarta. Ya, lobi soal jembatan ini agar bisa diperbaiki tahun ini,” katanya.

 Sementara, berdasar pantauan Koran Pantura, jembatan bailey itu dipasang di atas jembatan lama. Karena itu, badan jalan ikut ditinggikan dari sisi selatan dan utara. Khusus sisi utara, ada 2 jalan menuju pasar kelurahan yang jalannya menjadi tinggi. Jadi, tidak bisa dilewati lantaran tinggi dan agregat yang dipasang tidak dipadatkan.             “Yang ke pasar tidak bisa lewat di sana. Terlalu tinggi, takut jatuh. Terpaksa warga yang ke pasar lewat jalan di utara warung saya,” ujar perempuan pedagang makanan dan kopi itu.   (gus/iwy)


Bagikan Artikel