Peristiwa

MUI: Boleh Shalat Ied Berjamaah


KRAKSAAN – Mendekati hari raya Idul Fitri 1441 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo menerima Fatwa MUI Pusat Nomor 28 tahun 2020. Isinya tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri 1441 H saat Pandemi Covid-19. Umat muslim tetap diperboleh sholat berjamaah di masjid dengan beberapa syarat.

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H. Yasin mengatakan, Fatwa MUI Pusat tersebut sudah dikirim ke Bupati sebagai respon atas Surat Edaran Bupati Puput Tantriana Sari, Nomor. 451/220/426,33/220 item nomor 9.

“Sesuai Fatwa MUI Pusat, untuk sholat Ied kali ini, boleh diselenggarakan berjamaah baik di masjid atau dilapangan, khusus wilayah bukan zona merah. Syaratnya tetap mengikuti anjuran dari pemerintah,” kata H. Yasin, Kamis (14/5).

Sedangkan untuk wilayah yang masuk zona merah, tetap bisa melaksanakan sholat Ied. Hanya saja, kata H. Yasin, dengan syarat tanpa meninggalkan protokol kesehatan yang berlaku. Artinya, setiap warga harus memperhatikan anjuran dari pemerintah. Seperti membawa perlengkapan ibadah sendiri dari rumah.

“Selain itu, harus memakai masker, menjaga jarak, khutbahnya tidak lama dan tidak bersalam-salaman. Jadi MUI Kabupaten fatwanya sudah menyesuaikan dengan fatwa dari MUI pusat,” tutur Yasin.

Dengan adanya fatwa ini, Yasin berharap, agar masyarakat tetap menaati segala aturan dari pemerintah. Tujuannya, untuk  memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Apalagi kasus pasien positif corona sudah mencapai 36 orang.

“Semoga wabah ini segera berakhir dan semua warga Kabupaten Probolinggo yang terjangkit Covid-19 kembali normal,” tutur pria asal Kecamatan Kraksaan ini saat dikonfirmasi.

Sekedar informasi, dari 24 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Probolinggo, 10 diantaranya sudah masuk zona merah, yakni Kecamatan Gading, Pakuniran, Paiton, Kraksaan, Krejengan, Gending, Dringu, Tegalsiwalan, Sumber, Tongas. (yek/ra)


Bagikan Artikel