Peristiwa

Pasar Ternak Ditutup, eh Pedagang Tetap Berjualan


PROBOLINGGO – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo kecolongan. Pasar ternak (sapi dan kambing) di Kelurahan Jrebeng Kidul yang sudah dinyatakan ditutup seminggu lalu, ternyata masih ditempati. Ada puluhan pedagang sapi yang pada Selasa (12/5) sore tampak masih berjualan di sana.

Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kota Probolinggo Suryanto membenarkan kalau pasar ternak yang sudah ditutup seminggu lalu, masih ditempati berjualan. Alasannya, para pedagang itu tidak tahu kalau pasar sapi telah ditutup sejak Selasa pekan lalu.

Alasan kedua, pintu masuk pasar tidak ditutup dan tidak digembok. Itu memudahkan pedagang masuk pasar. Pengelola pasar akhirnya membiarkan sejumlah pedagang sapi itu berjualan. “Kita inginnya persuasif. Ya, kita biarkan mereka berjualan. Kami tidak mau ramai,” ujarnya, Rabu (13/5).

Alasan lainnya, pedagang berjualan meski pasar ditutup karena harus menghabiskan sisa sapi yang belum laku. Sebab, menurut pedagang, jika tidak dijual di pasar ternak, sapinya sulit laku.

Selanjutnya, agar para pedagang tidak berjualan lagi, pengelola pasar kemudian menutup dan mengunci seluruh pintu masuk. “Sudah kami gembok seluruh akses masuk ke pasar,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dipertahankan Sudiman menyebutkan bahwa pasar ternak yang berlokasi di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih itu sudah ditutup oleh walikota sejak pekan lalu. Meski begitu, seminggu berikutnya masih ada pedagang sapi yang berjualan. “Informasinya seperti itu. Masih ada yang berjualan di sana,” katanya.   

Ada beberapa penyebab pedagang tetap berjualan. Di antaranya, diperkirakan pedagang tidak tahu status pasar ternak sudah ditutup. “Bisa jadi, pedagang yang masih berjualan kemarin itu tidak tahu dan tidak mengerti kalau pasar ditutup. Karena mungkin mereka pulang lebih awal,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah memberi informasi ulang kepada sejumlah pedagang, termasuk memasang spanduk penutupan. Selain itu, pada Selasa pekan depan,   pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keamanan. “Selasa depan, pasar kami  jaga. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan,” katanya.

Ditambahkan, pasar ternak Wonoasih ditutup demi mencegah penyebaran dan penularan virus corona (Covid-19). Sebab, selain ramai, banyak pedagang dan pembeli di pasar ternak yang tidak menggunakan masker, seperti anjuran walikota. “Pedagangnya tidak hanya dari lokal. Dari Jawa Tengah, bahkan ada yang dari Jawa Barat. Khawatir jadi tempat penyebaran, mending ditutup,” tambah Sudiman. (gus/iwy)


Bagikan Artikel