Peristiwa

Satu Dokter di Kota Probolinggo Positif Corona


PROBOLINGGO – Jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Kota Probolinggo terus bertambah. Sampai Minggu (10/5) disebutkan ada 11 orang berstatus positif. Dan salah satu yang baru berstatus positif corona itu adalah seorang dokter.

Pada rilis Sabtu (9/5) lalu, jumlah pasien positif corona dinyatakan bertambah dari 9 orang menjadi 10 orang. Tiga orang di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan pada Minggu (10/5) sekitar pukul 18.20 diperoleh informasi dari Kominfo setempat bahwa pasien terkonfirmasi virus corona bertambah 1 lagi, menjadi 11 orang.

            Wawali Soufis Subri dalam rilis Sabtu lalu mengatakan, dari para pasien positif corona, ada tiga orang yang dinyatakan sudah sembuh.  Mereka adalah anak dan bapak, serta satu orang  tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Tongas. Ketiganya dinyatakan sembuh setelah hasil dua kali swab-nya dinyatakan negatif.  

Meski sudah sembuh dan pulang ke rumahnya, mereka tetap diawasi satgas penanganan Covid-19 dan tenaga medis dari puskemas terdekat. Selain itu, mereka juga diawasi ketua RT dan RW setempat. “Mereka masih melakukan karantina mandiri di masing-masing rumahnya,” ujar Wawali.

Sementara, tambahan satu pasien positif corona dari kalangan tenaga medis, dibenarkan Wawali Subri. Selain dokter yang positif, Dinas Kesehatan juga telah melakukan tracing kepada 6 orang. Hasil rapid test terhadap mereka yang ditracing itu seluruhnya non reaktif alias negatif. “Masih dilakukan tes swab. Hasilnya ditunggu ya,” kata Wawali.

Menurut Wawali, pasien baru tersebut dalam kondisi baik. Sebelum dinyatakan positif, pasien tersebut sehat tanpa ada gejala sakit. Namun, hasil swab-nya positif. Atas kejadian ini, Wawali Subri mengaku prihatin. Ia berharap tidak ada lagi nakes yang bernasib seperti ini. “Nakes kami untuk penanganan Covid-19 terbatas. Makanya, kami berharap tidak ada lagi nakes yang terpapar virus corona,” harapnya.

Dijelaskan, dokter yang positif corona tersebut selalu memberi masukan, terutama soal virus corona. Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) masih menelusuri klasternya, apakah masuk klaster Asrama Haji Sukolilo Surabaya, atau klaster Makassar. “Kemungkinan beliau terpapar  pasien yang dirawatnya. Pasien itu sehat, tapi carrier (pembawa penyakit yang tidak  sakit),” imbuh Wawali. 

Sementara itu, Plt Direkrut RSUD dr Moh. Saleh dr Abraar HS Kuddah menghimbau para nakes tidak trauma dengan kejadian tersebut. Tetap memberi pelayanan prima terhadap pasien yang sakit apa saja, termasuk pasien Covid-19. “Ini resiko sebagai nakes. Makanya kami berpesan untuk selalu menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP),” pinta dr Abraar.

Dalam kesempatan itu, dokter Abraar yang juga juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo mengatakan akan mengambil darah pasien corona yang sudah sembuh. Darah itu akan diteliti untuk pengembangan vaksin, sehingga bisa mengobati pasien terkonfirmasi Covid-19 lainnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel