Peristiwa

Mudik dari Jakarta, Warga Blado Kulon Positif Covid-19


KRAKSAAN – Seorang warga Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo dinyatakan positif terinfeksi Corona Virus Disease (Covid-19). Pemuda 23 tahun ini tidak ada sangkut paut dari klaster yang ada. Namun yang bersangkutan diketahui baru pulang dari Jakarta.

Dengan seperti itu, jumlah warga Kabupaten Probolinggo yang positif bertambah menjadi 24 orang, setelah hasil swabnya dinyatakan positif, Sabtu (9/5).

“Pasien ke-24 ini adalah pemudik yang baru datang dan ada riwayat perjalanan dari Jakarta. Alhamdulillah, kondisinya saat ini sehat dan sudah dimasukkan ke ruang isolasi di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo,” kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, setelah dinyatakan positif dan masuk ke rumah pengawasan, pihaknya langsung melakukan penanganan yang standar.

“Selanjutnya kita awasi agar bisa beristirahat dan tidak kontak dengan orang lain serta disehatkan. Nanti kalau sudah waktunya evaluasi, akan kita lakukan evaluasi,” jelasnya.

Anang menjelaskan, pasien ke-24 ini tidak ada hubungannya dengan pasien positif sebelumnya, karena dia pemudik yang baru datang dan ada riwayat perjalanan dari Jakarta. “Sehingga dia masuk dalam klaster lepas. Yang bersangkutan merupakan hasil dari karantina desa,” terangnya.

Lebih lanjut Anang menegaskan, untuk trackingnya akan dilakukan terhadap orang-orang terdekatnya paling tidak. Barangkali ada keluarga-keluarga yang berhubungan, tetapi tidak banyak. Memang kalau kasus seperti ini tidak banyak dan kontak eratnya juga tidak banyak. Sebab dia pulang dari mudik langsung masuk ke tempat karantina desa.

“Saat berada di tempat karantina, yang bersangkutan kita lakukan rapid test dan ternyata hasilnya reaktif. Karena hasilnya reaktif, maka langsung kita lakukan swab dan hari ini hasil swab positif. Maka yang bersangkutan langsung dipindahkan ke rumah pengawasan,” tegasnya.

Anang menambahkan, untuk mengantisipasi takut tertular, pihaknya sudah perintahkan semua petugas dan aparat desa yang terkait ini untuk dirapid.

“Karena yang pasti kebijakan itu sudah ada, jadi rapid kami persilahkan untuk orang-orang yang terkait dan kontak erat. Semua akan kita fasilitasi sebagai upaya pencegahan,” tambahnya.

Secara keseluruhan, perkembangan sebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo hingga Sabtu (9/5) malam yakni pasien positif 24 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 51 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 436 orang. (rul/awi)


Bagikan Artikel