Peristiwa

Bertambah, Santri Probolinggo Positif Covid-19


Sentul Kecamatan Gading terkonfirmasi positif usai pulang dari pondoknya beberapa waktu lalu. Ini membuat jumlah pasien positif corona di Kabupaten Probolinggo sampai kemarin (7/5) menjadi berjumlah 23 orang.

Dengan demikian, sementara ini klaster Temboro sudah terkonfirmasi dua santri. Sebelum santri asal Sentul, santri lain dari pondok Alfatah Temboro yang terkonfirmasi berasal dari Desa Tukul, Kecamatan Sumber. 

Di Kabupaten Probolinggo ada beberapa klaster kasus Covid-19. Yang terbanyak ialah klaster Sukolilo, dengan lebih dari 10 orang. Sisanya berasal dari klaster temboro, klaster PLTU Batang dan klaster lepas.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, pasien positif ke-23 berasal dari klaster Alfatah, Temboro, Magetan. “Kondisinya saat ini sehat wal afiat. Pemuda usia 16 tahun ini memang saat rapid test reaktif.  Hasil swab-nya juga positif,” kata dr Anang. 

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini mengatakan, saat ini santri tersebut sudah dirawat di rumah pengawasan yang disediakan Pemkab Probolinggo. “Kami isolasi mereka agar tidak menular. Tetap kami pantau dengan tenaga kesehatan dan kami berikan pelayanan yang standar,” katanya.

Terkait tracking yang sudah dilakukan, Satgas Covid-19 sudah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pasien. “Yang pasti untuk pasien ke-23 ini tidak ada sangkut pautnya dengan klaster lain. Murni pasien ini membawa virus dari Temboro,” katanya. 

Dokter Anang mengatakan, upaya Pemkab Probolinggo membendung penyebaran Covid- 19 sudah dilakukan melalui berbagai cara. Namun, anjuran dan kebijakan itu pun seakan sia-sia jika masih ada perantau yang terus pulang atau mudik.  

“Kalau jumlahnya nggak bertambah, rasanya sulit. Apalagi, pulang kampung halaman saat ini juga masih terus terjadi. Oleh karena itu, kami berharap kepada masyarakat untuk mengingatkan saudaranya yang masih bekerja di luar kota agar tidak pulang. Dengan ini bisa dilakukan pemberhentian penyebaran Covid-19,” jelas dokter Anang. (rul/iwy)


Bagikan Artikel