Peristiwa

Kakek Status PDP Mengamuk, Dobrak Pintu Karantina di RSUD Tongas


TONGAS – Seorang kakek berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) mengamuk di RSUD Tongas. Ia mendobrak pintu ruang perawatan dan memaksa keluar. Aksi itu sempat direkam seorang petugas dan videonya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 23 detik ini, ada dua petugas security rumah sakit yang mengenakan baju hazmat (APD) berusaha mengunci pintu ruang perawatan Melati 3C. Sebab, di dalamnya terdapat salah satu pasien yang berontak dan berupaya memaksa keluar dari ruangan yang menjadi tempat karantinanya.

Sempat terjadi aksi tarik menarik di antara kedua petugas security dan pasien tersebut. Hingga akhirnya pasien tersebut berhasil membuka pintu dan keluar dari dalam ruangan dengan hanya mengenakan celana dalam.

“Mak engkok ekancengih labeng, jek engkok tak salah. Tak sala, è kancengih labeng. (Kok saya ditutupi pintu, saya tak salah. Tak salah, ditutup pintu),” ujar kakek berambut putih itu dalam Bahasa Madura, sebagaimana dikutip Koran Pantura dari video tersebut, Kamis (7/5) siang.

Video itu tampaknya sengaja direkam oleh salah seorang tenaga kesehatan (nakes) dari RSUD Tongas, kemudian menyebar melalui media sosial kemarin. Banyak warganet meyakini video itu beraal dari RSUD Tongas. Bahkan di sebuah akun facebook disebutkan, kakek itu berasal dari Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

“Kalau mendengar logatnya, kayak daerah selatan sana, sekitar Wonomerto, Kuripan, Bantaran dan sekitarnya. Aku juga sempat baca di facebook, ada yang nyebut nama kakek itu. Sayangnya postingan itu keburu dihapus,” tulis salah seorang warganet.

Sementara, saat dihubungi secara terpisah, jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto membenarkan jika peristiwa itu terjadi di RSUD Tongas. “Pasien dalam video tersebut memang salah satu pasien dalam pengawasan asal Kecamatan Wonomerto,” ujarnya.

Terkait kondisinya, Kadinkes Kabupaten Probolinggo ini menyebutkan bahwa seluruh pasien dengan status PDP di RSUD Tongas dalam kondisi baik dan sehat. Kalaupun ada masalah pasien yang mendobrak pintu tersebut hanya miskomunikasi semata. “Kondisinya sudah ditenangkan dan kini sudah kembali kondusif,” sebutnya.

Sebagai informasi, hingga saat berita ini ditulis, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 433 orang. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) 50 orang, dan 23 orang positif terpapar virus corona. (tm/iwy)


Bagikan Artikel