Peristiwa

Selama Pandemi Covid-19, Pengolahan Ikan di Probolinggo Merugi Miliaran


DRINGU – Pandemi Covid-19 membuat sektor usaha makanan olahan berbahan dasar ikan di Kabupaten Probolinggo terpuruk. Tak tanggung-tanggung, Maret lalu sekitar 222 kelompok pengolah dan pemasar produk makanan olahan ikan mencapai kerugian sekitar Rp 1,3 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani, Selasa (21/4). Disebutnya lini usaha pengolahan dan pemasaran produk hasil olahan perikanan mengalami kemunduran sejak wabah Covid-19 masuk Indonesia.

“Adanya aturan physical distancing dan kebijakan penutupan serta pembatasan jam operasional pasar dan toko oleh-oleh telah membuat ratusan kelompok usaha di bidang pembuatan dan pemasaran produk olahan ikan merugi hingga miliaran rupiah, bahkan hanya dalam waktu satu bulan saja,” ungkapnya.

Dijelaskan, kelompok pengolah dan pemasar produk perikanan terdiri dari usaha ikan asap, kerupuk ikan, petis, ikan asin, dan lainnya. Mereka kehilangan pasar dalam memasarkan produk yang dihasilkannya. Padahal seluruh pelaku usaha dibidang ini merupakan warga kelas menengah kebawah yang sehari-hari menggantungkan penghasilannya dari penjualan produknya itu.

“Di saat toko oleh-oleh dan sejumlah pasar ditutup, mereka kebingungan harus kemana lagi memasarkan produknya. Alhasil mereka untuk sementara waktu kehilangan mata pencaharian mereka. Dan faktanya mereka terancam gulung tikar karena tak mampu menutup operasionalnya,” jelasnya.

Menyadari ancaman nyata itu, kata Nuring, pihaknya telah melaksanakan instruksi Bupati Probolinggo untuk melindungi kelompok pengolah dan pemasar produk makanan olahan ikan yang berada dibawah naungannya itu. Salah satunya dengan memasukkan produk olahan ikan hasil produksi kedalam puluhan ribu paket sembako yang disiapkan oleh Pemkab Probolinggo untuk dibagikan kepada warga.

“Dengan memasukkan produk olahan ikan tersebut, setidaknya tetap memberikan pemasukan kepada ratusan pengolah dan pemasar produk perikanan agar tetap survive ditengah masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Disebutnya bahwa selama bulan Maret lalu produksi makanan olahan ikan di Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan hingga 98,593 ton. Biasanya para pengolah produk olahan ikan dalam sebulan mampu menghasilkan hingga 327,052 ton, namun kali ini turun menjadi 228,459 ton. “Penurunannya mencapai sekitar 40 persen. Tentu ini bukan situasi yang baik bagi perekonomian warga khususnya kalangan nelayan. Semoga kondisi ini segera.berakhir,” ujarnya.  (tm/iwy)


Bagikan Artikel