Peristiwa

Naik Gardu Travo, Joni Tewas Tersengat Listrik


PROBOLINGGO – Tragis nasib Joni Hermanto (47), warga RT 1 – RW 3 Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.  Kamis (16/4) sekitar pukul 11.30, pria yang disebut jago urusan listrik itu ditemukan tak bernyawa setelah tersengat aliran listrik di gardu travo di Jl Raya Ir Sutami.

Saat ditemukan, sebagian wajah Joni Hermanto tampak menghitam. Tubuhnya menggelantung dengan posisi kepala di bawah, hingga nyaris jatuh. Tubuh korban tidak jatuh lantaran kedua kakinya tersangkut pipa pengaman travo. Jasad korban kemudian dievakuasi oleh petugas PLN.

Jasad korban berhasil diturunkan setelah 3 petugas PLN mengikat tubuh korban menggunakan safety belt atau sabuk pengaman. Aksi penurunan berlangsung menegangkan, karena dikhawatirkan tali putus dan tubuh korban terjatuh. Setelah jasad korban berhasil diturunkan, suasana hening langsung pecah oleh tangis histeris keluarga dan tetangga.

Proses evakuasi jasad korban itu kemarin menjadi tontonan warga dan pengendara. Dampaknya, lalu lintas dari arah barat dan selatan harus bergerak merayap. 

Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa pulang keluarganya. Pihak keluarga tidak bersedia jasad korban dibawa ke RSUD dr Moh. Saleh, dengan alasan kejadian itu murni kecelakaan. 

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka setelah mendapat izin dari Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini. “Pihak keluarga kami minta segera ke mapolsek untuk menandatangani surat pernyataan,” ujar Kapolsek.

AKP Kuzaini menyatakan, korban meninggal karena tersengat arus listrik di travo. Joni Hermanto mencoba memperbaiki karena listrik di lingkungannya padam. “Korban bukan pegawai PLN. Tetapi dia dikenal pintar soal listrik. Kalau ada masalah listrik atau listrik padam di lingkungannya, korban yang memperbaiki,” kata Kompol Kuzaini.

Siang kemarin Joni sendirian naik tangga setinggi 5 meter dan berusaha memperbaiki saluran listrik yang padam. “Enggak tahu, kok tiba-tiba korban tersengat listrik. Mungkin menyentuh kabel yang ada strumnya,” kata Kompol Kuzaini.

Di lokasi kejadian, petugas pengawas K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan) PLN Rayon Probolinggo Fauzi menyatakan Joni Hermanto bukan  petugas PLN. Fauzi tidak tahu mengapa korban naik ke gardu travo nomor 128 itu. “Korban warga sini, bukan petugas kami. Kami tidak tahu mengapa korban naik gardu travo,” jelasnya.

Pihaknya mengetahui ada seseorang menggelantung di gardu travo setelah mendapat informasi dari 112. Setelah mendapat kabar seperti itu, petugas dengan kendaraannya langsung meluncur ke TKP. “Tidak ada yang melapor ke kita kalau ada warga yang naik ke gardu travo. Jadi, kami tidak tahu. Tahunya setelah kami tiba di sini. Korban sudah meninggal,” ujar Fauzi.

Sementara, berdasar informasi yang berhasil didapat di TKP, Joni Hermanto disebutkan adalah pensiunan karyawan PT Kertas Leces. Ia dikenal pandai memperbaiki listrik. Karenanya, jika ada masalah dengan listrik setempat, warga meminta bantuan kepada Joni.  “Mungkin mau memperbaiki listrik. Di sini kan padam,” ujar salah satu warga di lokasi kemarin. (gus/iwy)


Bagikan Artikel