Peristiwa

Bertambah, Total 11 Warga Probolinggo Positif Corona


PROBOLINGGO – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo bertambah tujuh orang, atau menjadi total 11 orang. Tujuh orang baru yang dinyatakan positif corna ini merupakan satu keluarga. Mereka tertular virus dari salah satu peserta pelatihan petugas haji di Sukolilo, Surabaya, yang lebih dulu dinyatakan positif.

Jubir Satgas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto membenarkan adanya tambahan 7 orang positif Covid-19. Tujuh orang baru tersebut semuanya merupakan satu keluarga. Mereka tertular salah satu peserta pelatihan petugas haji di Surabaya, Maret lalu. 

“Memang benar, semuanya dari keluarga pasien yang dinyatan positif. Jadi, tujuh orang itu satu keluarga, yang pernah kontak dengan pasien positif,” kata dr Anang saat dikonfimasi Koran Pantura, Rabu (15/4).

Dokter Anang menambahkan, tambahan pasien positif tujuh orang itu diketahui setelah satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo menerima hasil swab dari pemerintah pusat. “Ya hasil tes swab positif. Selanjutnya, tujuh orang ini langsung diisolasi di RSUD Tongas, meskipun saat ini masih sehat wal afiat,” jelasnya.

Menurut dokter Anang, ketujuh orang pasien positif itu semuanya berasal dari Paiton. Rinciannya, enam orang dari Desa Jabung Sisir, dan satu orang dari Desa Prasi, Kecamatan Gading.

Sementara, terkait kondisi pasien poisitif, dokter Anang menyebutkan semuanya saat ini dalam kondisi baik. “Alhamdulillah, semua kondisinya baik. Khusus yang pasien lama, selama 14 hari diisolasi, nantinya akan diswab ulang untuk memastikan kondisi pasien yang menjalani perawatan,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, memang sempat ramai di media sosial soal adanya pasien positif dari Kecamatan Paiton yang masih leluasa dan kemana-mana. Namun, tak berselang lama, akun yang memunculkan foto pasien positif itupun hilang tanpa jejak.

Sementara, sampai kemarin jumlah PDP di Kabupaten Probolinggo tercatat ada 17 orang atau ada tambahan satu orang PDP. Tambahan satu orang ini berasal dari Desa Tamansari Kecamatan Dringu. Bahkan, PDP terbaru ini masih berusia 3,5 tahun, dalam kondisi sakit disertai dengan sesak napas, usai melakukan perjalanan ke daerah zona merah.

“Balita ini telah dirawat di RSUD Tongas dan mendapatkan penanganan dari medis sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas dokter Anang. (rul/iwy)


Bagikan Artikel