Peristiwa

Warga Sindetlami Tolak Lokasi Karantina


BESUK – Puluhan warga Dusun Krajan, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo menggelar aksi demo di depan SDN Sindetlami 1, Rabu (15/4) pagi. Mereka menolak gedung sekolah tersebut dijadikan lokasi karantina tingkat desa bagi para pemudik yang berasal dari kawasan zona merah Covid-19.

Sudi, salah seorang pemuda warga desa setempat mengatakan, penolakan tersebut lantaran warga tak mau jika gedung sekolah itu dijadikan tempat karantina. Mereka merasa resah sekolah tersebut justru menjadi tempat penyebaran Covid-19, baik kepada warga dan para siswa yang nantinya akan masuk sekolah.

“Jangan ditempati karantina. Di sini tempat anak sekolah, bukan tempat penyakit. Semua warga menolak, sergahnya seraya menunjukkan sebuah tulisan pada selembar karton sebagai penanda penolakan oleh warga.

Menurutnya, warga awalnya tidak mengetahui jika gedung sekolah tersebut akan dijadikan sebagai lokasi karantina. Pasalnya, pemerintah desa setempat, pemerintah kecamatan, serta bidan desa tidak menjalin komunikasi sama sekali dengan warga dusun Krajan.

“Tidak ada koordinasi dengan warga sini. Katanya semalam memang ada rapat sama kecamatan. Tapi warga Dusun Krajan sini tidak diundang. Kepala desanya juga tidak turun ke warga,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Besuk Puja Kurniawan mengaku telah mendapat laporan ada warga yang melakukan aksi demo menolak lokasi karantina. Ia mengatakan, ada miss komunikasi antara warga Dusun Krajan dengan pemerintah desa setempat. Pasalnya, pada Selasa (14/4) malam, kecamatan dan desa beserta sejumlah elemen lainnya, seperti bidan desa dan anggota Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan rapat. Yakni terkait pembentukan lokasi karantina tingkat desa bagi pemudik di SDN Sindetlami 1.

“Padahal baru semalam kami rapatkan terkait penetapan lokasi karantina di SDN Sindetlami 1 dengan pihak pemerintah desa setempat beserta sejumlah elemen masyarakatnya. Tapi, karena itu aspirasi warga maka kami harus sikapi dengan bijak,” terang Puja.

Sesaat setelah aksi demo tersebut, pihaknya langsung menggelar rapat bersama pemerintah Desa Sindetlami dan perwakilan warga. Rapat digelar untuk membahas lokasi karantina di tingkat desa yang disiapkan untuk warga Sindetlami yang nekat mudik.

“Agar tidak menimbulkan polemik, sementara lokasi karantinanya kami pindah ke balai desa. Sambil menunggu perlahan-lahan, kami akan memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga terkait virus Covid-19 bersama bidan desa dan ketua BPD Sindetlami,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengamanatkan Satgas Covid-19 Desa Sindetlami untuk mendata kembali perantau asal Desa Sindetlami yang akan pulang ke desanya. Ia juga meminta bantuan keluarga terkait agar mengimbau keluarga masing-masing untuk menunda mudik sampai batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah.

“Setiap pemudik yang datang harus didata dan tidak boleh sampai lolos. Mereka harus dikarantina selama 14 hari. Karena mereka beresiko membawa Covid-19 dari daerah zona merah yang dapat menulari keluarga dan warga lainnya,” kata Puja. (tm/eem)


Bagikan Artikel