Peristiwa

Usai Akad Nikah, eh Pengantin Pria 14 Hari Dikarantina


KRUCIL – Wabah corona ini membuat hari bahagia YP (23), warga Desa Kalianan, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo menjadi kelabu. Jauh-jauh pulang dari perantauannya di Kalimantan untuk menikah, YP ternyata tidak bisa langsung merasakan malam pertama. Maklum, di momen malam pertama, YP justru harus mendekam di tempat isolasi.   

Inilah nasib kelabu yang sedang dialami YP (23), warga Desa Kalianan Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Usai mengucapkan janji suci pada kekasihnya, pria perantau itu harus menikmati malam pertamanya seorang diri di tempat isolasi di SMPN 1 Krucil. YP harus masuk karantina atau isolasi, lantaran baru pulang dari tempat rantaunya, Kalimantan.

Ceritanya, YP baru pulang dari tempat rantaunya, Kalimantan, pada Kamis (9/4) malam lalu. Ia pulang untuk melaksanakan ijab kobul dengan pujaan hatinya, VP (23) asal Jember. Namun, sesampainya YP di rumahnya, pihak keluarganya langsung membawanya ke petugas Satgas Desa. Pada malam itu, YP pun bermalam di tempat isolasi di SMPN 1 Krucil.

Sementara, pihak keluarganya mengupayakan segala kebutuhan pernikahan YP. Minggu (12/4) sore, acara sacral ijab kobul YP dan VP berlangsung di tempat isolasi. Acara ijab kobul itu hanya disaksikan oleh kedua pihak keluarga dan petugas Satgas Kecamatan.

Prosesi akad nikah antara YP dengan VP saat masa wabah corona. Usai akad nikah, YP dikarantina 14 hari. (Istimewa)

Resepsi pernikahan sirri itu berlangsung singkat dan sederhana. Usai ijab kobul, YP hanya bisa berjabat tangan dengan istrinya, tanpa peluk dan cium kening. Isak tangis pecah di ruangan kantor guru SMPN 1 Krucil itu.

“Setelah ijab kobul, si suami hanya memberi mahar dan cium tangan dengan istrinya. Nggak ada adegan peluk dan cium kening seperti pernikahan biasanya. Setelah salaman langsung foto bareng, dan keluarga istri pulang. Si suami kemudian kembali ke kamar isolasi,” ungkap Suhar, seorang saksi dalam pernikahan itu.

Suhar yang juga perangkat Desa Kalianan itu menambahkan, selama prosesi akad nikah kedua mempelai dan seluruh saksi yang hadir mengenakan masker. Bahkan saat salaman, sepasang suami istri itu tetap mengenakan masker. “Waktu itu semuanya nangis. Kami petugas juga nggak tega. Tetapi, mau bagaimana lagi. Ini demi keselamatan bersama dan kebahagiaan mereka,” tuturnya.

Kata Suhar, isolasi untuk mempelai pria itu hanya berlangsung 14 hari saja. Selama itu YP harus pisang ranjang dengan pujaan hatinya. “Nggak ada istilah malam pertama. Mempelai pria di ruang isolasi, istrinya di rumah. Nanti malam pertamanya diganti malam kelima belas saja. Yang penting semua sehat dan bahagia,” seloroh Suhar. Sebab, setelah 14 hari diisolasi, YP baru diperbolehkan keluar dari tempat isolasi. Itupun bila dia negatif corona. (yek/iwy)


Bagikan Artikel