Peristiwa

Di Probolinggo, Pemudik Dikarantina Capai 92 Orang


PROBOLINGGO – Kebijakan karantina bagi para pemudik yang masuk Kabupaten Probolinggo, benar-benar berlangsung ketat. Sampai kemarin (8/4) sedikitnya sudah ada 92 pemudik yang memilih untuk nekat pulang kampung ke Kabupaten Probolinggo. Kini mereka tengah menjalani masa karantina di 17 lokasi berbeda.

Hal ini diungkapkan Koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. Menurutnya, gelombang para pemudik yang mayoritas merupakan para pekerja ini terus berdatangan dan mencoba memasuki Kabupaten Probolinggo melalui sejumlah jalur di perbatasan.

“Padahal kan sudah diingatkan bahwa dengan adanya pemberlakuan masa karantina ini. Sesuai arahan Bupati kepada seluruh warga Kabupaten Probolinggo yang berada di luar daerah untuk menahan diri untuk sementara waktu tidak pulang kampung. Namun ternyata masih banyak pemudik yang mengabaikannya. Ini tentu bukan kabar yang baik,” ungkap Ugas,  kemarin.

Menurutnya, dengan adanya gelombang kedatangan pemudik tersebut, maka langkah pemerintah daerah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 akan semakin sulit. Pasalnya dengan keterbatasan SDM dan peralatan yang ada di 4 titik check point, tentunya tidak menutup kemungkinan masih adanya pemudik yang berhasil lolos kembali ke kampung halamannya.

“Kalau sudah begitu, mata rantai penyebaran Covid-19 tidak akan berhenti. Dan status kabupaten Probolinggo sebagai zero Covid-19 tidak akan mungkin bisa dipertahankan,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo ini.

Ugas kemudian meminta kepada seluruh warga kabupaten Probolinggo untuk ikut berperan aktif dan bekerja sama dalam melaporkan setiap warga pendatang di lingkungannya kepada pihak Satgas Covid-29 ditingkat desa. Itu agar warga pendatang yang berhasil lolos dari check point dapat segera diperiksa dan dipantau kesehatannya. “Informasi tersebut akan sangat berharga dimasa sulit seperti saat ini. Terlebih Covid-19 tanpa disadari dapat menyerang siapa saja dan kapan saja,” katanya.

Terkait dengan keberadaan 92 pemudik yang dikarantina tersebut, Ugas menyebutkan bahwa saat ini kondisinya sedang dalam pendampingan dan pengawasan oleh para tenaga medis di titik karantina masing-masing. “Kondisi kesehatannya masih terus kami pantau hingga 14 hari kedepan. Semoga tidak sampai ada yang yang dinyatakan positif,” sebutnya.

Bahkan mantan Camat Sumberasih ini memprediksi jumlah pemudik asal Kabupaten Probolinggo yang akan dikarantina. Jumlahnya akan terus bertambah seiring waktu, karena pihaknya terus melakukan pengetatan pengawasan di check point yang berada ditingkat desa dan kecamatan.

“Kami tak ingin kecolongan, maka dari itu informasi berharga dari warga terkait adanya pendatang akan sangat bermanfaat bagi satgas Covid-19 baik di tingkat kecamatan dan desa khususnya,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel