Peristiwa

Dua Warga Kota Probolinggo Positif Corona


PROBOLINGGO – Di Kota Probolinggo akhirnya terkonfirmasi ada kasus positif corona. Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dalam rilis teleconference Selasa (7/4) sore menyatakan ada dua warganya yang positif terpapar Covid-19. Kabar baiknya, dua warga yang positif corona itu kondisinya terus membaik. Bahkan infusnya sudah dilepas.

Dalam rilis sekitar pukul 16.00, Walikota Hadi menyebutkan bahwa pasien yang terkonfirmasi itu salah satunya adalah perawat. Sedangkan satu orang lainnya adalah anak dari seseorang yang berstatus ODP (Orang Dalam Pantauan).

Dua warga positif corona tersebut menurut Walikota, tertular saat mengikuti pelatihan kesehatan di Sukolilo, Surabaya, pada pertengahan Maret lalu. Acara pelatihan itu berlangsung lebih dari sepekan.

Disebutkan, ada 6 pegawai kesehatan yang mengikuti acara pelatihan tersebut. Dari 6 orang itu, 2 di antaranya tertular Covid-19. “Tertular di Surabaya saat mengikuti pelatihan di Surabaya. Dua orang yang tertular. Yang empat orang negatif,” kata Walikota.

Sepulang dari pelatihan itu, dua orang yang tertular berstatus ODP. Lalu, salah satunya terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan satu ODP lain tidak berubah status. Hanya, ternyata anaknya yang malah tertular hingga terkonfirmasi Covid-19.

Dalam rilis kemarin, Walikota Hadi menyatakan bahwa kedua warganya yang positif corona, saat ini berada di ruang isolasi RSUD dr Moh. Saleh dan dalam pengawasan tim kesehatan. “Kedua pasien sehat. Infusnya sudah dibuka. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan sembuh,” harapnya.

Meski sudah ada 2 warganya yang terkonfimasi virus corona, Walikota tidak menetapkan wilayahnya zona merah. Menurutnya, yang menetapkan zona merah adalah pemerintah pusat.

Hanya, Walikota menyatakan memberlakukan jam malam untuk seluruh wilayahnya, meski tidak super ketat. Jam malam diberlakukan untuk pusat perbelanjaan, supermarket, toko dan warung atau café yang menjual makanan dan minuman. Jam malam berlaku mulai pukul 19.00 hingga pukul 00.00. “Tidak ada yang berjualan di malam hari,” tambahnya.

Sedangkan warga diminta tidak keluar rumah pada jam malam, kecuali ada keperluan penting dan mendesak. Tidak boleh bergerombol dalam jumlah banyak dan wajib menggunakan masker di manapun berada. Baik saat keluar rumah, maupun tinggal di rumah atau lingkungan. “Mulai malam ini, seluruh warga wajib menggunakan masker, ke mana dan di manapun berada,” tegasnya.

Selanjutnya, Walikota Hadi meminta warga tetap tenang dan tidak percaya begitu saja terhadap informasi di luar. Jika ingin mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, warga diminta mengakses medsos akun pemkot. “Kami mohon warga tetap tenang. Jangan bikin gaduh dengan memberi informasi yang tidak jelas,” lanjutnya.

Selain itu, pemkot memperketat arus mudik atau pendatang yang masuk ke wilayahnya. Hanya, pemkot tidak mendirikan posko di jalan-jalan umum atau di perbatasan pintu masuk ke wilayah kota. Walikota Hadi mengandalkan informasi dari warga soal pendatang baru.

“Kami harap warga memperketat dan menjaga lingkungannya sendiri. Kalau ada pendatang baru atau pemudik dari daerah lain, terutama dari daerah zona merah, tolong beritahu kami. Atau langsung call 112,” ujar Walikota. (gus/iwy)


Bagikan Artikel