Peristiwa

Hari Pertama, Enam Pemudik Masuk Karantina


PROBOLINGGO – Senin (6/4) menjadi hari pertama pemberlakuan wajib karantina bagi para pemudik yang memasuki wilayah Kabupaten Probolinggo, demi pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Di hari pertama kemarin ada 6 orang pemudik yang harus masuk tempat karantina.

Koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, enam pemudik yang dikarantina tersebut terdiri dari 1 orang pemudik dari Depok; 3 orang pemudik dari Bali; 1 orang pemudik dari Lumajang; dan 1 orang pemudik yang baru saja tiba dari Malaysia. “Keenamnya kini sedang menjalani masa karantinanya di sejumlah hotel dan tempat yang telah disiapkan oleh Pemkab Probolinggo,” kata Ugas, kemarin.

Menurut Ugas yang juga menjabat Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, enam pemudik tersebut dikarantina setelah sebelumnya menjalani observasi awal di sejumlah titik check point di wilayah perbatasan.

“Dari hasil observasi awal tersebut, diputuskan untuk dilakukan karantina terhadap keenam pemudik tersebut. Tujuannya adalah untuk benar-benar memastikan mereka tidak terpapar Covid-19. Terlebih mereka berasal dari daerah episentrum Covid-19,” jelas Ugas. 

Lebih lanjut, kata Ugas, enam pemudik  itu akan secara sistematis mendapatkan pendampingan dan pengawasan serta pemeriksaan secara intensif. Sudah ada tenaga medis yang telah dipersiapkan oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

“Jika setelah 14 hari kedepan tidak menunjukkan gejala kearah terpapar Covid-19, maka saat itu pula mereka akan dipersilahkan untuk pulang kerumah masing-masing,” katanya.

Begitupun sebaliknya, lanjut Ugas, apabila salah satu diantaranya mengalami gejala dari Covid-19, maka pemudik tersebut akan langsung dirujuk ke RSUD Tongas yang telah disiapkan sebagai rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19. “Teknisnya begitu. Tetapi kami tetap berharap agar tidak sampai ada warga Kabupaten Probolinggo yang dinyatakan positif Covid-19,” sebutnya.

Terkait kebutuhan hidup para pemudik yang dikarantina tersebut, Ugas menegaskan bahwa Pemkab Probolinggo sesuai arahan Bupati Hj. P Tantriana Sari, akan menjaminnya.  Seluruh kebutuhan hidup mulai dari makan dan minum sebanyak 3 kali sehari, selama masa karantina 14 hari akan ditanggung. “Ditanggung oleh Pemkab Probolinggo makan dan minumnya. Jangan khawatir kalau soal itu,” ujar Ugas. (tm/iwy)


Bagikan Artikel