Peristiwa

Khawatir Corona, Tiga Desa di Probolinggo Isolasi Diri


SUMBERASIH – Tiga desa di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, yakni Sumberbendo, Ambulu, dan Banjarsari, sengaja mengisolasi diri dari warga pendatang yang hendak masuk ke desa mereka. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di desa mereka.

Dalam isolasi diri ini ada pos check point yang dibangun oleh warga dan gabungan dari 3 pemerintah desa tersebut. Pos itu terletak di ruas jalan utama menuju desa Sumberbendo, Ambulu dan Banjarsari. Lokasi tepatnya di samping kantor balai Desa Banjarsari.

Di pos tersebut telah dipersiapkan petugas yang akan mendata setiap warga yang keluar masuk desa, utamanya kepada para pendatang dari luar kota. “Bagi warga asal luar kota, apalagi dari daerah episentrum, akan langsung didata. Setelah didata, selanjutnya data itu akan disetorkan ke petugas Puskesmas untuk selanjutnya dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun dan diminta untuk mengisolasi mandiri dirumah,” ungkap Camat Sumberasih Rachmad Hidayanto, Senin (30/3).

Dijelaskan, isolasi diri yang dilakukan oleh warga dan pemerintah tiga desa di Kecamatan Sumberasih itu merupakan upaya pencegahan masuknya Covid-19 ke area  permukiman warga di desa masing-masing.  “Kami patut mengapresiasi langkah preventif ini, karena dengan adanya filter semacam ini. Akan sangat membantu kinerja Pemkab Probolinggo dalam mencegah penyebaran Covid-19, utamanya ditingkatan desa,” jelasnya.

Selain itu, kata Camat Rachmad, di pos-pos yang sudah disiapkan oleh warga itu,  ternyata juga disiapkan disinfektan yang disemprotkan baik pada kendaraan maupun warga yang hendak melintasi desa. Tujuannya jelas, yakni mencegah jangan sampai ada Covid-19 yang masuk ke desa setempat.

“Di setiap desa juga sudah ada satgas pengawasan terhadap kesehatan warga. Merekalah ujung tombak utama dalam memantau dan mendeteksi adanya warga yang memiliki gejala terpapar Covid-19, Agar selanjutnya ditangani secara medis,” katanya.

Sementara, Plt Kades Banjarsari Sukriyanto mengatakan bahwa pemasangan portal atau pos check point itu merupakan kesepakatan bersama warga desa dan pemerintah tiga desa. “Langkah yang kami ambil ini untuk melindungi warga kami dari penyebaran Covid-19. Karena itu, dengan adanya pos check point ini, kami harapkan tidak ada warga pendatang pembawa virus yang masuk desa kami,” tegasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel