Peristiwa

Ledakan di Ruko Penyimpanan BBM, 1 Tewas, 36 Terluka


GENDING – Warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, kemarin (19/3) sore dihebohkan meledaknya rumah-toko (ruko) yang dijadikan tempat usaha pom mini dan gudang penyimpanan BBM. Terjadi ledakan di ruko tersebut hingga berujung kebakaran. Dalam kejadian ini seorang warga tewas, dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Ruko tersebut milik pasangan Ladiyo dan Mala. Berdasar pantauan Koran Pantura, ledakan terjadi sekitar pukul 15.30. Diduga, peristiwa ini dipicu hubungan arus pendek listrik yang menyulut terjadinya percikan api. Percikan api tersebut lantas menyambar puluhan tong dan galon berisi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang sengaja ditimbun pemiliknya di dalam ruko.

Alhasil, ledakan pertama terjadi, lalu dengan cepat api merembet dan membakar bangunan berlantai dua tersebut. Sontak pemilik dan para pekerja berlarian keluar dari bangunan. Beberapa di antaranya mencoba memadamkan kobaran api. 

Tetapi, selang 15 menit kemudian, terjadi ledakan kedua. Pada ledakan kedua inilah banyak korban yang tersengat kobaran api. Lantaran mereka berniat datang untuk membantu memadamkan kobaran api, tetapi kena ledakan kedua.

Saking kerasnya ledakan kedua tersebut, warga yang datang dan hendak menolong, banyak terjilat api. Berdasar keterangan di lapangan, api membubung tinggi hingga puluhan meter.

“Saya dengar usaha milik tetangga saya kebakaran. Karena ingin membantu, saya bergegas dari rumah datang ke lokasi. Tetapi sesampainya di lokasi, justru saya juga jadi korban kebakaran. Tangan saya melepuh kena api,” ujar Misnadi, salah seorang korban kebakaran yang mengalami luka ringan, Kamis (19/3).

Dijelaskannya bahwa sesaat sebelum terkena kobaran api, dirinya berdiri sejauh 15 meter dari ruko utama yang terbakar. Pada saat itu pula banyak warga yang semula menonton, hendak menolong. Tetapi mereka juga ikut jadi korban kebakaran tersebut, setelah ledakan kedua.  “Yang ada di pikiran saya hanya berusaha melarikan diri. Saya sendiri baru sadar kalau tangan saya terbakar setelah belari itu,” jelasnya.

Plt Kades Sebaung Misnaji mengatakan bahwa kebakaran ruko tersebut mengakibatkan puluhan warganya menjadi korban. Bahkan ada 1 warga yang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan yang terbakar di dalam ruko.

“Warga kami yang meninggal informasinya bernama Alimudin, dia menantu dari pemilik ruko tersebut. Kalau korban warga lainnya masih kami data. Yang jelas, pemilik ruko yang bernama Ladio juga turut jadi korban,” katanya.

Sementara itu, Zainal Abidin, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa pada ledakan kedua, banyak warga yang terkena jilatan api. Saking besarnya ledakan api tersebut, warga sampai berhamburan melarikan diri menjauh dari lokasi.

“Tadi banyak sepeda motor yang jatuh karena diterjang warga yang berlarian. Banyak pula korban yang berteriak kesakitan karena luka bakarnya. Pokoknya, kacau sekali saat itu. Saya saja yang dari kejauhan juga merasakan panasnya api,” sebutnya.

Setelah ledakan kedua, warga pun mulai memberanikan diri untuk menolong para korban. Bahkan ada anggota Koramil yang juga menjadi korban ledakan kedua. “Tadi sudah dibawa ke puskesmas, katanya juga dibawa ke rumah sakit. Ada yang di RSUD Waluyo Jati dan RS Wonolangan. Bahkan ada yang dirujuk ke rumah sakit di Malang,” paparnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, sampai tadi malam tercatat ada 1 korban tewas dan 36 korban luka dalam kejadian ini. Para korban luka dirawat di sejumlah puskesmas Gending dan Maron, RSUD Kraksaan, sampai RS Dharma Husada di Kota Probolinggo. Dari 36 korban luka, 4 orang di antaranya mengalami luka serius hingga harus dirujuk ke RS Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

Sementara, butuh dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkab Probolinggo yang diturunkan untuk memadamkan kebakaran sekitar 1,5 jam itu. “Dugaan awal karena korsleting listrik. Kami juga berhati-hati dalam memadamkan api. Karena dibelakang bangunan itu juga masih ada tumpukan galon dan drum BBM lainnya,” ujar petugas Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Priyanto.

Personel Polres Probolinggo yang datang satu jam pasca kebakaran tersebut, langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi. Polisi juga langsung melakukan penyitaan puluhan drum dan jerigen BBM yang juga ditimbun oleh Ladiyo dan Mala di rumah tempat tinggalnya yang terletak tak jauh dari lokasi kebakaran.

“Tadi sudah disita oleh polisi. BBM sisa yang ada di rumah pak Ladiyo. Kata warga sini memang pak Ladio ini nimbun BBM. Biasanya pas bongkar muat pakai mobil pikap,” kata Sekretaris Desa Sebaung Misnadi.

Sedangkan Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan dan Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso masih tutup mulut ketika diwawancarai soal kejadian ini. “Kami belum bisa ngomong, wong data belum pegang,” kata Kapolres. (tm/iwy)


Bagikan Artikel