Peristiwa

Basuh Kaki, Jatuh, Wisatawan Terseret Arus di Jaran Goyang


KRUCIL – Kecelakaan wisata terjadi di obyek wisata air terjun Jaran Goyang di Desa Guyangan, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo, Rabu (4/3). Seorang wisatawan, tenggelam terseret arus air terjun. Korban diketahui bernama Febri Yandinur Orsalbadat (19), asal Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.15. Saat itu korban tengah menikmati wisata air terjun Jaran Goyang. Karena kakinya kotor, ia lantas membasuh kakinya di dekat jatuhnya air tersebut. Tiba-tiba air seketika besar, dan meyeret tubuh korban. Arusnya yang kencang membuat korban tenggelam di tengah pusaran air.

Menurut Kapolsek Krucil Iptu Abdul Wakhid, korban saat itu datang bersama 16 temannya. Namun korban memisahkan diri dan masuk ke area sekitar air terjun. Saat membasuh kaki –atau bahkan diduga mandi– di sekitar lokasi, tiba-tiba korban terseret air.

Korban sempat ditolong oleh temannya dan petugas dari Pokdarwis. Baju dan lengan korban ditarik. Namun, tarikan arus air lebih kuat, sehingga korban hanyut. Hingga berita ini ditulis kemarin petang, belum ditemukan.

                Tim gabungan sudah turun ke lokasi melakukan pencarian. Namun, untuk sementara pencarian dihentikan karena kondisinya tidak memungkinkan. “Karena sudah malam pencarian dihentikan dulu, dan akan dilanjutkan esok pagi (hari ini, red),” kata Iptu Abdul Wakhid.

Sementara itu, Ahmad Nur Kholis (25) salah satu warga setempat mengatakan, korban tenggelam saat mandi di air terjun. Menurutnya, tiba-tiba saja datang air besar yang membuat korban terseret ke pusaran. “Setahu saya begitu,” ungkapnya.

            BPBD Kabupaten Probolinggo turun langsung untuk mencari keberadaan korban. “Kami sudah berkoordinasi dengan petugas yang ada di TKP. Hingga kini masih kami masih mencari keberadaan korban. Diperkirakan korban berada di bawah air terjun,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi.

Menurutnya, pencarian kemarin belum membuahkan hasil. Itu karena tim BPBD dan pihak aparat kepolisian terkendala kondisi air yang tengah membesar. “Arus di bawah air terjun sangat kuat, pandangan di permukaan nol persen. Dengan pertimbangan keselamatan bersama, pencarian menunggu kondisi air terjun membaik,” ungkap Anggit. 

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Basarnas Jember untuk membawa peralatan selam. Untuk sementara, pihaknya memasang jaring di sekitar air terjun. Dengan tujuan, ketika jasad keluar dari pusaran air terjun bisa tertahan oleh jaring. “Sore ini tim Basarnas sudah meluncur ke lokasi. Untuk sementara kami pasang jaring di sekitar air terjun,” jelas Anggit kemarin. (yek/iwy)


Bagikan Artikel